BERGERAKLAH, DIAM ITU MEMATIKAN

BERGERAKLAH, DIAM ITU MEMATIKAN

BERGERAKLAH, DIAM ITU MEMATIKAN

Mengajar fisika di smk memiliki tantangansendiri, karena anak smk lebih ke sisi real teknis. Akan sangat sia sia jikahanya menitik beratkan teori. Mengajar fisika bukan sekedar teori saja, adasebuah “kehidupan” di situ. Yah … sebuah kebermaknaan yang sangat indah jikakita mau mendalaminya dan mengajarkannya pada anak anak. Ilmu fisika mengajarkan tentang toleransi, kesabaran dan makna  kehidupan lainnya.

Sebagai seorang guru, Ayah dari anak anakku disekolah, sudah berapa macam kemirisan yang muncul selama aku mendidik mereka.Apa yang salah dengan Fisika, apa yang salah dengan materi yang Ayah ajarkan,apakah ini membuat kalian tidak menyukai fisika, ataukah karena Ayah yang mengajarnya kurang kreatif, ataukah karena tidak ada makna dalam pembelajaranfisika.
Quotesgram
Pertanyaan itu yang bertubi tubi menghantui pikiran ku, ingin rasanyamemiliki kelas yang sebagian besar dihabiskan untuk mengupas makna makna yangtersirat dalam pelajaran fisika. Ini adalah sedikit tulisan tentang maknakehidupan yang ada dalam fisika, yang penulis ajarkan kepada anak anak dikelas, yang setidaknya membuat mereka mulai menggandrungi fisika.

Akhirnyasebagian besar anak anakku memanggilku “Pak Smile, motivator dan inspiratot”,sebuah kesenangan yang tidak terbayarkan tentunya bagi penulis.

Entah mau cerita darimana, intinya inilah curahan hati saya sebagai seorang guru smk yah sebuah bentuk keprihatinan guru ketika melihat pelajaran hanya diajarkan sekedar materi keduniaannya saja, yangsedikit menyentuh sisi kemanusiaannya. Kurikulum yang terbaru mendorong guruuntuk memunculkan pendidikan karakter, ya pendidikan yang juga membentuk sisikemanusiaan pada diri anak didik.
The WeTeachMe Blog
Semoga lewat tulisan ini, apa yang penulissampaikan sedikit menuntaskan rasa kekecewaan akan materi fisika yang terlalurumit, Semoga ada hikmah yang bisa kita petik melalui tadabur kita semua kepadaalam ini, alam yang begitu indah ketika kita menyingkirkan sejenak rumus rumuskaku yang ada di benak diri kita. Ok langsung aja kali ini, kita akan belajarmengenai relativitas Einstein terutama mengenai dilatasi waktu
.
Jika ada sebuah obyek yang bergerak mendekatikecepatan cahaya, maka rumusan newton sudah tidak berlaku di situ. Melainkanrumusan Einstein lah yang bekerja. Benda yang bergerak dengan kecepatan cahayaakan memiliki umur yang lebih muda dibandingkan dengan benda yang hanya diamsaja. Ini terjadi karena waktu akan melambat dalam ruang orang yang bergerakdengan kecepatan cahaya. Bukankah ini pelajaran bisa kita petik dari pelajaranmengenai waktu.

Karena diam itu menipu, diam itu akan memperlemah indera yang kita miliki, memangdengan diam kita tidak pernah merasakan terjatuh, kita tak pernah merasakan apaitu rasa sakit yang ada hanyalah keadaan statis tanpa makna. Memang dengan diamkita tidak mengeluarkan energy, tapi pada hakikatnya kita sedang menjadi bombagi diri kita sendiri
Hexjam
Lihat saja electron yang ada di atom, makhluksekecil itu saja bergerak terus menerus. Apa jadinya kalau dia diam. Tubuh iniakan hancur, karena tubuh kita adalah bagian dari atom. Merenung dan berdiamdiri boleh boleh saja, asalkan jangan terlalu lama. Evaluasi diri muncul dariperenungan. Lihatlah jantung kita apakah pernah dia lelah untuk berdetak,lihatlah nafas kita, apakah dia pernah lelah bernafas. Lihat bagaimana alammengajari kita tentang arti makna dalam sebuah gerak. Sumber pembelajaran itujustru ada di dalam diri kita sendiri, tapi apakah pernah kita memikirkan itusemua.

(Yaitu)orang-orang yang berdzikir mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalamkeadaan berbaring dan mereka bertafakur tentang penciptaan langit dan bumi(seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah engkau ciptakan semua ini dengansia-sia. Maha suci engkau, maka peeliharalah kami dari siksa neraka (QS Ali Imran: 191).

Lihat bagaimana Al Qur’an memberi petunjuk kita dalam menjalani hidup ini. Denganmemperhatikan apa yang ada di langit dan bumi (termasuk badan kita), kita dapatmengambil hikmah dari pergerakan yang ada di diri ini. Kalau mau ditelisiklebih jauh, lihatlah muamalah dalam ibadah. Bukankah hampir semua ibadahmelalui pergerakan. Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa pergerakanmenjadi hal yang mutlak untuk dilakukan, serta menjadi eksistensi individu.

Masihkah kita hanya berdiam diri melihat masalah yang mendera kita, masihkahkita hanya bersikap pasrah yang pasif. Bergeraklah menuju kepasrahan yang aktifbukan kepasrahan yang pasif, nah lewat teori relativitas ini kita diajari untukmenjadi manusia yang senantiasa muda, karena pergerakannya untuk menjadipribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan sekitarnya.
Gbr :

Penulis jadi teringat akan besaran dalam fisikayaitu skalar dan vektor. Skalar merupakan besaran yang mepunyai besar sajasedangkan vektor mempunyai besar dan arah. Kiranya ini tepat untukmenggambarkan orang orang yang pernah penulis temui. Mereka mereka yangmempunyai motivasi kurang, tidak punya visi ke depan penulis analogikan sebagaibesaran skalar.

Kenapa bisa demikian???mari kita telisik lebih jauh, manusiadilahirkan dengan membawa potensi yang luar biasa, tetapi kenapa mereka merasatidak bisa menghadapi masalah-masalah yang sedang menghampiri mereka danakhirnya menjadi malas. Menurut orang-orang psikologi, malas dikarenakan merekatidak punya tujuan hidup yang jelas jadi mereka kebingungan dalam menetukkanlangkah hidup mereka. Jadi orang orang ini mempunyai potensi (kuantitas besar)tetapi tidak mempunyai tujuan (Arah) hidup.

Kalau kita bandingkan denganbesaran scalar, maka orang orang bertipe ini masuk dalam besaran scalar-besaranyang punya nilai (potensi) tetapi tidak mempunyai arah (tujuan hidup).  Sebaliknya orang yang sadar dirinya dibekalipotensi dari Tuhan kemudian menggunakan potensi itu untuk mewujudkan mimpinya,itulah orang orang vector, orang yang memiliki potensi dan mempunyai tujuanhidup yang jelas.

Dalam hati penulis bergumam, “jadilah vector jangan skalar”.
Ada suatu kejadian yang sangat berkesan saat mengajarmateri tekanan, saat itulah anak anak mulai menyeletuk “Pak Wakhyudi GoldenWay”, mungkin sekedar kalimat spontan karena makna kehidupan yang penulisajarkan kepada anak anak yang sama sekali mereka tidak menyangka bahwa alamjuga mengajari mereka arti kearifan, “TEKANAN, SEBUAH BENTUK KEARIFAN ALAM”
P = Tekanan
F = Gaya(Dorongan/tarikan)
A =luas penampang

Rumus di atas adalah merupakan hukum yang mengajarkan seseorang untuk berlapang dada, dan persamaan di atas merupakan informasi yang dapat digunakan oleh orang-orang yang sedang bersedihkarena cobaan yang begitu berat.Seorang bijak bestari pernah mengajak seorangpemuda yang sedang mengalami stress. Ia mengajak sang pemuda menuju ke tepian sungai, mencoba merenungi pelajaran yang diberikan oleh alam.
thesalesblog
Nak, cobalah kauambilkan gelas dan garam yang ada di tas ku. Pemuda tersebut akhirnya mengambilkan apa yang dipesankan oleh sang Bijak bestari. Cobalah kau ambil airsungai itu, dan masukan airnya ke dalam gelas tersebut, kemudian isikan garam sebanyak dua sendok ke dalam gelas, kemudian minum. Apa yang kau rasakan anakmuda. Asin, pak Tua ‘sang pemuda menimpali’.

Cobalah kau tebarkan garam yang tersisa (satu Kg) ke dalam sungai, dan rasakan air sungai tersebut. “Tawar  Pak tua”. “Apakah kamu merasakan garam dalam air sungai itu?” Tanya Pak Tua lagi.Dapatkah kau ambil pelajaran dari kejadian ini.tekanan (P) dalam hidup akan terasaringan ketika cobaan (F) yang datang kepadamu, kamu hadapi dengan hati (A) yang lapang.

Namun cobaan akan terasa berat ketika menghadapi masalah, bekal kita adalah hati yang sempit (A kecil). Itu artinya tekanan, ada untuk membuat hatimu selalu hidup (dengan memberikan reaksi terhadap cobaan), seandainya tidak ada tekanan kita tidak akan pernah merasakan hati yang lapang, tentunya setelah kita paham akan konsekuensi dari hukum tekanan yang ada dalam Fisika.

Setelah penulis menyampaikan materi ini,seisi kelas bertepuk tangan … alangkah indahnya jika pelajaran selalu berkaitan dengan nilai nilai kehidupan, yang bisa membentuk kepribadian anak anakmenjadi lebih kuat dalam menghadapi tantangan zaman yang tak menentu ini.
Konten ini dikontribusikan oleh:

Wakhyudi, S.Pd

Guru SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Kabupaten Semarang. Wakhyudi lahir di Pemalang 10 Oktober 1986. Mengajar Fisika dan Jaringan di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Kab Semarang. Prestasi yang pernah ditorehkan menyabet juara 3 Olimpiade Fisika Guru SMA dan SMK tingkat kabupaten Semarang. Aktif juga di kegiatan social dilingkungannya sebagai kordinator karang taruna dan perintis serta pengelola Bank Sampah RT di tempat tinggalnya. (PSMK)

Ingin menulis artikel anda disini, tulis artikel anda disini

Masukkan email anda.


Labels:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya.
1. Silahkan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang baik
3. Mohon untuk berkomentar 1 kali saja untuk topik yang sama.
4. Setiap komentar yang dikirim menunggu persetujuan Admin untuk di terbitkan.

[facebook][blogger]

Filenya.com

{google-plus#https://plus.google.com/+FilenyaCom/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget