AKAN ADA STANDAR GURU NASIONAL?

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tengah menggodok standar nasional pendidikan guru (SNPG). Nantinya, standar ini akan menjadi acuan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) dalam mendidik para calon guru.

AKAN ADA STANDAR GURU NASIONAL

SEMARANG - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tengah menggodok standar nasional pendidikan guru (SNPG). Nantinya, standar ini akan menjadi acuan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) dalam mendidik para calon guru.

"Kami sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan 17 rektor atau pimpinan LPTK," kata Direktur Pembelajaran Ditjen Pembelajaran dan Mahasiswa Kemristekdikti Dr. Paristiyanti Nurwardani di sela "Lokakarya Instruktur Pendidikan Profesi Guru di LPTK" untuk tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) Prioritas di Semarang.

Paristiyanti menjelaskan, 17 LPTK yang telah direvitalisasi sejak 2015 itu mengharapkan adanya payung hukum atau regulasi mengenai standardisasi pendidikan guru untuk seluruh LPTK yang ada di Indonesia.

"Masing-masing LPTK sekarang ini memang sudah memiliki 'best practise' (model pembelajaran terbaik, red.) sendiri dalam penyelenggaraan pendidikan untuk calon guru. Ini akan terus dikuatkan," imbuhnya.

Dengan adanya SNPG, kata dia, seluruh LPTK akan memiliki acuan baku yang menjadi regulasi dalam penyelenggaraan pendidikan calon guru tanpa menghilangkan ciri khas yang dimiliki masing-masing LPTK. Paristiyanti menjelaskan, setiap LPTK tentunya memiliki ciri khas tersendiri yang harus tetap dipertahankan, sementara SNPG diperlukan untuk semakin menguatkan "best practise" yang dimiliki masing-masing LPTK.

"Kami sangat menyambut baik karena LPTK-LPTK ini mau berkolaborasi dalam 'best practise' yang dimiliki masing-masing untuk membuat sistem yang baik, misalnya sistem pendidikan guru berasrama," katanya.

Selama ini, kata dia, memang belum semua LPTK menerapkan sistem asrama dalam mendidik calon guru sehingga ke depan akan dibahas mengenai konsep ini agar pola pendidikan calon guru berjalan lebih sistemik.

"Sebagaimana kegiatan USAID ini. Dengan ini, bisa dilihat bagaimana 'best practise' pendidikan guru yang diterapkan di negara lain yang diharapkan bisa menjadi inspirasi. Kami menyambut baik," katanya.

University and Stakeholder Coordination Senior Manager USAID Prioritas Ajar Budi Kuncoro mengakui selama ini pola pembelajaran pendidikan profesi guru (PPG) di LPTK-LPTK beragam.

"Ya, kebebasan masing-masing LPTK karena 'guideline' (pedoman) dari Kemenristek Dikti bersifat umum. Makanya, beberapa pimpinan LPTK bekerja sama dengan kami untuk pengembangan materi instruktur PPG," katanya.

Meski tidak membuat pola pembelajaran LPTK menjadi seragam, Budi mengatakan setidaknya komponen-komponen utama tetap ada, seperti authentic assessment, pembelajaran aktif, dan mendorong siswa berpikir tingkat tinggi.(oz)

Masukkan email anda.


Labels:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya.
1. Silahkan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang baik
3. Mohon untuk berkomentar 1 kali saja untuk topik yang sama.
4. Setiap komentar yang dikirim menunggu persetujuan Admin untuk di terbitkan.

[facebook][blogger]

Filenya.com

{google-plus#https://plus.google.com/+FilenyaCom/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget