Menentukan Posisi di Dalam Peta

Menentukan Posisi di Dalam Peta

Menentukan Posisi di Dalam Peta

Keterampilan dalam menentukan posisi di dalam peta merupakan keterampilan dasar peta yang harus dimiliki. Sebab keterampilan ini merupakan hal yang sangat esensial dalam menentukan keberadaan kita atau objek di wilayah yang sesungguhnya dengan di peta. Keterampilan ini adalah salah satu life skill dari keterampilan dasar peta karena sangat bermanfaat bagi seseorang yang melakukan perjalanan ke suatu wilayah yang sebelumnya tidak tahu persis di mana letak wilayah itu berada, sehingga kemungkinan untuk tersesat tidak akan terjadi.

Dalam hal ini, ada dua cara yang digunakan, yaitu resection dan intersection. Resection yaitu cara untuk menentukan tempat/ kedudukan sendiri di medan ke titik di peta dengan menggunakan titik pertolongan yang berada di peta dan di medan.
Alat Pengukur Batas Awan (Teodolit)
Alat Pengukur Batas Awan (Teodolit)
Membidik menggunakan kompas.
Membidik menggunakan kompas.
Seseorang sedang membidik dari tempat ia berada dengan menggunakan kompas ke arah yang berlainan yaitu puncak (A), pohon (B), dan rumah (C). Setelah diketahui back azimuthnya, maka pindahkan ke dalam peta. Lalu tariklah garis dari ketiga titik tersebut berdasarkan ∠ peta yang sudah ditentukan. Perpotongan dari ketiga titik tersebut adalah posisi pengamat dalam peta.
[ads-post]
Posisi pengamat dalam peta
Posisi pengamat dalam peta
Cara intersection mengetahui posisi tower.
Cara intersection mengetahui posisi tower.
Seseorang ingin mengetahui keberadaan tower dalam peta. Maka caranya ialah seseorang membidik tower tersebut dengan menggunakan kompas dari arah atau titik yang berlainan.
Menentukan posisi tower.
Menentukan posisi tower.
Setelah dipindahkan ke dalam peta ternyata tower tersebut berada di dekat jalan. Intersection ialah cara untuk menentukan tempat/ kedudukan di medan atau lapangan yang belum diketahui di peta dengan pertolongan titik/ benda yang berada di medan/ lapangan atau di peta. Sehingga konsep ini sangatlah berbeda dengan konsep resection yang sudah dibahas sebelumnya. Sebagai contoh di lokasi tersebut ada bencana longsor. Akan tetapi, lokasi tersebut tidak ada dalam peta, maka untuk mengetahui lokasi bencana itu dalam peta diperlukan suatu metode, yaitu intersection. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini dituliskan langkah kerja menggunakan konsep tersebut.

Prosedur atau cara kerja Menggunakan Metode Intersection

  • Terlebih dahulu bukalah lembaran peta dan letakkanlah peta tersebut dengan menyesuaikan arah utara lembaran peta dengan arah utara yang ditujukan oleh kompas.
  • Dari tiga titik itu, bidiklah dengan kompas objek yang akan diamati di lapangan.
  • Lalu amati dan catatlah sudut kompas yang dihasilkan dari ketiga titik tersebut terhadap objek yang diamati.
  • Setelah mendapatkan ketiga sudut kompas, lalu ubahlah menjadi sudut peta.
  • Sudut peta yang didapat lalu dilukiskan ke dalam peta tersebut.
  • Perpotongan garis dari ketiga titik itu adalah lokasi yang ingin diketahui dalam peta.

Masukkan email anda.


Labels:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya.
1. Silahkan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang baik
3. Mohon untuk berkomentar 1 kali saja untuk topik yang sama.
4. Setiap komentar yang dikirim menunggu persetujuan Admin untuk di terbitkan.

[facebook][blogger]

Filenya.com

{google-plus#https://plus.google.com/+FilenyaCom/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget