Tahapan Proses Pembelajaran Guru di Dalam Kelas

Siswa menggunakan buku teks pelajaran dalam proses pembelajaran. Buku teks pelajaran adalah buku yang digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran. Setiap siswa menggunakan buku teks atau buku elektronik (e-Book) untuk semua mata pelajaran.
Dibuktikan dengan:
  • Melihat pencantuman buku teks mata pelajaran dalam RPP.
  • Melihat daftar buku teks pelajaran.
  • Menanyakan kepada beberapa siswa tentang ketersediaan dan penggunaan buku teks pelajaran dalam bentuk cetak maupun e-Book.

Guru melakukan pengelolaan kelas yang baik dengan: (1) keteladanan dalam sikap spiritual, (2) keteladanan dalam sikap sosial, (3) pengaturan tempat, (4) pengaturan suara, (5) penggunaan kata-kata santun, lugas, dan mudah dimengerti, (6) kemampuan belajar siswa, (7) ketertiban kelas, (8) penguatan dan umpan balik, (9) keaktifan siswa, (10) berpakaian sopan, bersih, dan rapi, (11) menjelaskan silabus mata pelajaran pada tiap awal semester, (12) ketepatan penggunaan waktu. Pengelolaan kelas yang baik:
  • Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk siswa sesuai dengan tujuan dan karakteristik proses pembelajaran.
  • Volume dan intonasi suara guru harus dapat didengar dengan baik oleh siswa.
  • Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar siswa.
  • Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan keselamatan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
  • Guru mendorong dan menghargai siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat.
  • Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

Dibuktikan dengan:
  • Mengamati proses pembelajaran di 1-2 kelas, yang dipilih dengan memerhatikan keterlaksanaan enam hal di atas.
  • Melihat rekap hasil supervisi kelas oleh kepala sekolah/madrasah

Guru memulai pembelajaran dengan 5 langkah pendahuluan berikut: (1) menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti pembelajaran, (2) memberi motivasi belajar siswa, (3) mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari, (4) menjelaskan tujuan pembelajaran, (5) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus. Dalam kegiatan pendahuluan pembelajaran, guru melakukan langkah-langkah berikut:
  • Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti pembelajaran.
  • Memberi motivasi belajar siswa sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
  • Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.
  • Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Dibuktikan dengan:
  • Mengamati pelaksanaan langkah pendahuluan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas.
  • Melihat kesesuaian antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran.
  • Melihat rekap hasil supervisi kelas oleh kepala sekolah/madrasah.

Guru menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran. Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran.
Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri, sintak, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning, project-based learning, problem-based learning, inquiry learning.

Dibuktikan dengan:
  • menelaah ragam model pembelajaran yang digunakan guru dalam:
    • RPP
    • proses pembelajaran di 1-2 kelas,
  • wawancara dengan guru dan siswa.

Guru menggunakan metode pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran. Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran.
Metode pembelajaran antara lain: Ceramah, Demonstrasi, Diskusi, Belajar Mandiri, Simulasi, Curah Pendapat, Studi Kasus, Seminar, Tutorial, Deduktif, dan Induktif.

Dibuktikan dengan:
  • menelaah ragam metode pembelajaran yang digunakan guru dalam:
    • RPP
    • proses pembelajaran di 1-2 kelas
  • wawancara dengan guru dan siswa.

Guru menggunakan media pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran. Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan media pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran.
Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran bisa berupa hasil karya inovasi guru maupun yang sudah tersedia.

Dibuktikan dengan:
  • menelaah ragam media pembelajaran yang digunakan guru dalam:
    • RPP
    • proses pembelajaran di 1-2 kelas
  • wawancara dengan guru dan siswa.

Guru menggunakan sumber belajar yang sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran. Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran.
Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan.

Dibuktikan dengan:
  • menelaah ragam sumber belajar yang digunakan guru dalam:
    • RPP
    • proses pembelajaran di 1-2 kelas
  • wawancara dengan guru dan siswa.

Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa dan mata pelajaran. Kegiatan inti dilaksanakan guru dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan KD setiap mata pelajaran
Pemilihan pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau inkuiri dan penyingkapan dan/atau pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan. Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, hingga mengamalkan.
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta. Untuk memperkuat pendekatan saintifik, tematik terpadu, dan tematik sangat disarankan untuk menerapkan belajar berbasis penyingkapan/penelitian. Untuk mendorong siswa menghasilkan karya kreatif dan kontekstual, baik individual maupun kelompok, disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah.
Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong siswa untuk melakukan proses pengamatan hingga penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu melakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis penyingkapan/penelitian dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah.

Dibuktikan dengan:
  • menelaah ragam pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dalam:
    • RPP
    • proses pembelajaran di 1-2 kelas
  • wawancara dengan guru dan siswa.

Guru bersama siswa mengakhiri pembelajaran dengan langkah penutup berikut: (1) mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran, (2) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, (3) melakukan kegiatan tindak lanjut, (4) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran berikutnya. Dalam kegiatan penutup, guru bersama siswa baik secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk:
  • Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung.
  • Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran,
  • Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok.
  • Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Dibuktikan dengan:
  • Mengamati pelaksanaan langkah penutupan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas.
  • Melihat kesesuaian antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran.
  • Melihat rekap hasil supervisi kelas oleh kepala sekolah/madrasah.

Guru menggunakan pendekatan penilaian otentik dalam penilaian proses pembelajaran. Penilaian otentik (authentic assesment) menilai kesiapan siswa, proses, dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar siswa yang mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) pada aspek pengetahuan dan dampak pengiring (nurturant effect) pada aspek sikap.
Guru dalam proses pembelajaran melakukan penilaian otentik secara komprehensif, baik di kelas, bengkel kerja, laboratorium, maupun tempat praktik kerja, dengan menggunakan: angket, observasi, catatan anekdot, dan refleksi.

Dibuktikan dengan:
  • Memeriksa dokumen:
    • Instrumen penilaian otentik
    • Bukti pelaksanaan penilaian otentik
    • Hasil penilaian otentik
  • Wawancara dengan guru

Guru memanfaatkan hasil penilaian otentik untuk merencanakan program: (1) remedial, (2) pengayaan (3) pelayanan konseling, (4) perbaikan proses pembelajaran. Guru memanfaatkan hasil penilaian otentik untuk merencanakan program remedial, pengayaan, dan pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai Standar Penilaian Pendidikan.

Dibuktikan dengan dokumen perencanaan program:
  • Remedial
  • Pengayaan
  • Pelayanan konseling
  • Perbaikan proses pembelajaran.


Masukkan email anda.


Labels:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya.
1. Silahkan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang baik
3. Mohon untuk berkomentar 1 kali saja untuk topik yang sama.
4. Setiap komentar yang dikirim menunggu persetujuan Admin untuk di terbitkan.

[facebook][blogger]

Filenya.com

{google-plus#https://plus.google.com/+FilenyaCom/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget