Risiko Penggunaan Gadget untuk Perkembangan Anak

Risiko Penggunaan Gadget untuk Perkembangan Anak Perkembangan teknologi dengan cepat memberikan perubahan pada pola dan jenis permainan anak-anak. Paling tren saat ini adalah gawai (gadget). Tidak sedikit orang tua telah mengenalkan gadget pada anak-anak mereka di usia dini. Sayangnya banyak yang tidak bisa mengontrol atau membatasi penggunaan piranti canggih tersebut. Tidak heran bila banyak anak lebih


Risiko Penggunaan Gadget untuk Perkembangan Anak
Risiko Penggunaan Gadget untuk Perkembangan Anak
Perkembangan teknologi dengan cepat memberikan perubahan pada pola dan jenis permainan anak-anak. Paling tren saat ini adalah gawai (gadget). Tidak sedikit orang tua telah mengenalkan gadget pada anak-anak mereka di usia dini. Sayangnya banyak yang tidak bisa mengontrol atau membatasi penggunaan piranti canggih tersebut. Tidak heran bila banyak anak lebih menyukai bermain aneka gadget berjam-jam, dibandingkan menciptakan permainan kreatif sendiri atau bersama-sama temannya.

Lantas, bagaimana dampak teknologi tersebut terhadap perkembangan anak-anak? Anak-anak menggunakan gadget elektronik seperti smartphone pada usia muda semakin terkena risiko sosial dan kesehatan tertentu di masa yang akan datang. Hal tersebut didasarkan sebuah studi yang dipimpin oleh Dr Nirmala Karuppiah dari National Institute of Education (NIE) di Sigapura untuk anak usia dini dan pendidikan khusus yang diyakini sebagai studi pertama yang melihat bagaimana balita di Singapura menggunakan gadget seperti komputer, tablet dan smartphone.

Menurut Dr. Karuppiah, banyak yang tidak menyadari risiko yang terlibat dalam penyalahgunaan dan penggunaan berlebihan dari perangkat tersebut. Mulai dari risiko kesehatan seperti postur duduk yang salah, mata lelah akibat duduk di depan dan menatap layar elektronik terlalu lama.

Ada juga risiko sosial dan emosional seperti kecanduan game dan cyber bullying, hingga kebiasaan negatif seperti kekerasan bahkan menghadapi masalah dalam bersosialisasi dengan teman sebaya. Masalah-masalah tersebut jika tidak diperhatikan orang tua akan berdampak buruk di kemudian hari pada saat anak-anak akan memasuki Sekolah Dasar bahkan dapat membentuk kebiasaan ketika mereka muda. Sehubungan hal tersebut Dr Karuppiah berharap studi tersebut dapat memicu penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan program-program pencegahan untuk balita. (beritasatu)

Masukkan email anda.


Labels:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya.
1. Silahkan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang baik
3. Mohon untuk berkomentar 1 kali saja untuk topik yang sama.
4. Setiap komentar yang dikirim menunggu persetujuan Admin untuk di terbitkan.

[facebook][blogger]

Filenya.com

{google-plus#https://plus.google.com/+FilenyaCom/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget