FileNya

Berita Terbaru
Berita PERMENDIKBUD Informasi-Guru Juknis SIMPATIKA Aplikasi NOT LAGU Kurikulum-2013 DAPODIK Buku-SD-MI Cara Rpp-Silabus-Kls-10 PERMEN RPP-Silabus-Kls-X RPP-Silabus-Kls-4 Sertifikasi US-UN Padamu-Siap Rpp-Silabus-Kls-7 Buku Rpp-Silabus-Kls-11 ADMINISTRASI Parenting RPP-Silabus Buku-SMK KEMENDAGRI PAUD GURU Surat Soal-Kls-5 RPP-Silabus-Kls-1 RPP-Silabus-Kls-5 Buku-SMA-MA RPP-Silabus-Kls-8 Soal Geografi RPP-Silabus-Kls-2 US-UN-SD Buku-SMP-MTs KEMKES Rpp-Silabus-Kls-9 Tekno SMK Ayu Ting Ting BOS Eny Sagita RPP-Silabus-SD UKG DAK Soal-Kls-1 Soal-Kls-4 Story US-UN-SMP-MTs PERANGKAT TK A PERMENKEU PIP Akreditasi Akreditasi TK-RA Definisi Padamu Negeri RPP US-UN-SMK UTS-KLS-6 Narrative Text PERATURAN RPP-Silabus-Agama-Kls-10 Rpp-Silabus-Kls-12 Soal-Kls-2 Ukuran Beasiswa Buku SMK 10 ERAPOR KEMENHUB KOMINFO MEDIA NUPTK PKB PUPNS Soal-Kls-3 Soal-Kls-6 Software UN Buku Kelas 4 CPNS EMIS Facebook Guru Pembelajar IPA IsNews Nasional Akreditasi SMA-MA Bahasa Indonesia Kisi-Kisi PP RPP-Silabus-Kls-6 RPP-Silabus-SMP SBK SKTP Seni Soal-Kls-4-K13 Tenda DAPODIKDAS Fisika X Hardware KKM Lagu Matematika NPSN O2SN Operator Sekolah Otak POS PRAKERIN Promes Prota RPP SMK Kurikulum 2013 RPP-SILABUS-MTS SK Sehat Soal-Kls-12 TP-LINK Tunjangan UAMBN UTS UTS-KLS-1 UTS-SMA-MA Ukuran Kertas A1 Dalam Pixel Ukuran Kertas A4 Dalam Pixel Akreditasi SD-MI Akreditasi SMK-MAK Akreditasi SMP Asus BMKG BUKU PKLK 11 Browser CPE220 DIKTI Demy Downloader Game IPA 5 Internasional Internet Tool Jadwal Jawa Kata Kulit LPIR Lagu PAUD/TK MENPAN Makalah Matematika-Kls-8 Materi PAI Materi PAI KTSP Materi-Kelas-8 Melly Goeslaw Messenger Metode OMBUDSMAN OPS OSN PERANGKAT TK B PNS Guru Pajak Perangkat SD-MI Pramuka RPP Penjaskes RPP SMK RPP-Silabus-Kls-3 Rocket Rockers SMK-XII/TI SMP SMP-7 Sejarah Silabus SMK Soal-Kls-5-K13 Stroke TL-WA7210N Tunjangan Profesi Guru. Guru UAS KLS 1 US UTS KLS 10 UTS KLS 11 UTS KLS 8 UTS-KLS-3 UTS-KLS-4 UTS-kLS-2 Ukuran Kertas A1 Ukuran Kertas A1 Dalam Cm Ukuran Kertas A1 Dalam Inc Ukuran Kertas A1 Dalam Mm Ukuran Kertas A2 Dalam Pixel Ukuran Kertas A3 Dalam Pixel Ukuran Kertas A4 Dalam Cm Ukuran Kertas A4 Dalam Inch Ukuran Kertas A4 Dalam Mm Ukuran Kertas A5 Dalam Pixel Unduh Rpp Bahasa Indonesia Smp/Mts Kelas 7

Dengan ini kami menginformasikan kepada seluruh pelamar seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017, bahwa pengumuman daftar peserta, waktu, dan tempat seleksi kompetensi dasar penerimaan CPNS Kemdikbud Tahun 2017,
[ads-post]
yang semula direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2017, dengan ini dinyatakan DIUNDUR. Pengumuman akan disampaikan setelah Panitia Seleksi CPNS Kemdikbud mendapatkan informasi mengenai alamat lokasi seleksi dari Panitia Seleksi CPNS Nasional.

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian.

Jadwal Pelaksanaan UTN (UKG) Ulang 2 Tahun 2017
Dengan hormat kami sampaikan bahwa sesuai peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 29 tahun 2016 tentang sertifikasi guru yang diangkat sebelum tahun 2016 bahwa bagi peserta PLPG diberikan kesempatan unutk mengulang UKG sebanyak 4 (empat) kali dalam jangka waktu 2 (dua) tahun berturut-turut dihitung sejak mengikuti PLPG.
[ads-post]
Bagi yang belum lulus UTN / UKG  Ulang ke 1 tahun 2017 masih ada UTN (UKG) Ulang 2 Tahun 2017 sampai dengan UKG ulang ke 4. Berikut ini Jadwal Tahapan Pelaksanaan UTN (UKG) Ulang 2 Tahun 2017.  Mungkin untuk UKG ulang ke 3 dan 4 akan dilaksanakan tahun 2018.  Berdasarkan Surat Dirjen GTK tertanggal 29 September 2017 peserta sertifikasi guru yang belum lulus PLPG diberi kesempatan mengikuti UTN (UKG) Ulang sebanyak 4 kali. Adapun Jadwal Pelaksanaan UTN (UKG) Ulang 2 Tahun 2017 direncanakan tanggal 6 – 11 November 2017

Adapun Jadwal Jadwal Tahapan Pelaksanaan UTN (UKG) Ulang 2 Tahun 2017.

Dalam rangka mempersiapkan calan pengganti guru SILN yang akan nerakhir masa tugasnya. Kementerian pendidikan dan kebudayaan RI telah melakukan pemberkasan terhadap 123 dari 308 pendaftar calon guru SILN non PNS yang diumumkan telah memenuhi kualifikasi pada tanggal 26 Juli 2017. Dari jumlah tersebut sebanyak 93 pendaftar telah mengirimkan berkas lengkap tepat waktu dan dapat melanjutkan proses seleksi lebih lanjut, yaitu uji kompetensi fan kemampuan bahasa asing serta wawancara daftar nama definitif tersebut sebagai berikut
[ads-post]
Pengumuman Hasil Seleksi Guru SILN Kemendikbud Tahun 2017

Selengkapnya download di sini

RENCANA PERUBAHAN SKL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Pada tahun ini, BSNP melakuan revisi standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah. Revisi ini dilakukan dengan merumuskan kompetensi yang menyatukan dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan menjadi sebuah kesatuan serta dirumuskan secara bergradasi dari jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.

Perubahan SKL tidak dimaksudkan untuk melakukan perubahan kurikulum, tetapi justru dimaksudkan untuk memudahkan guru dalam melaksanakan kurikulum. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan tetap mengimplementasikan Kurikulum 2013.  Namun demikian, perlu ada komunikasi publik yang baik sehingga masyarakat memiliki persepsi dan pehamanan yang sama terhadap perubahan tersebut.

Demikian kesepakatan yang dicapai dalam pembahasan rancangan perubahan SKL untuk pendidikan dasar dan menengah   yang bertempat di ruang sidang BSNP pada hari Selasa (15/8/2017). SKL yang dibahas adalah SKL sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016. Turut hadir dalam acara ini Totok Supriyatno Kepala Balitbang, Hamid Muhammad Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Dadang Sudiyarto Sekretaris Balitbang, Purwadi Direktur Pembinaan SMA, Awaluddin Tjalla Kepala Puskurbuk, Dian Wahyuni Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kiki Yuliati Sekretaris BSNP dalam paparannya menjelaskan latar belakang revisi SKL SMK. Menurut Kiki, dalam Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 belum ada rumusan SKL SMK. Perumusan SKL ini dimaksudkan tidak untuk mengubah Kurikulum 2013, melainkan untuk lebih menyempurnakannya dalam rangka mengukur pencapaian kompetensi peserta didik.
[ads-post]
Totok Suprayitno Kepala Balitbang menyampaikan bahwa penyempurnaan standar oleh BSNP diarahkan untuk memudahkan guru melaksanakan Kurikulum 2013, bukan untuk merevisi kurikulum.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap akan melanjutkan Kurikulum 2013. Dalam konteks perubahan standar  ini,  penyempurnaan standar oleh BSNP diarahkan untuk memudahkan guru dalam melaksanakan Kurikulum 2013, bukan untuk merevisi kurikulum”, ucapnya di dalam rapat pleno BSNP di Jakarta.

Lebih lanjut Totok memberikan catatan kritis terhadap rumusan SKL yang  ada.  Menurut Totok, dalam rumusan tersebut ada tahapan (staging) tetapi rumusannya berdasarkan lingkungan. Misalnya pada jenjang SD, sebuah kompetensi dibatasi pada lingkungan  lokal, sedangkan untuk SMP pada lingkungan nasional, dan pada jenjang SMK pada lingkungan internasional.

“Pembatasan kompetensi yang berbasis wilayah seperti ini tidak memiliki dasar teori yang kuat, sebab perkembangan anak tidak bisa dibatasi dengan wilayah”, ucap Totok seraya menambahkan pembatasan sebaiknya dilakukan pada kemampuan yang bisa dicapai siswa pada jenjang tertentu.

Hamid Muhammad Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa dalam teori pendidikan ada dua pendekatan, yaitu pendekatan blok dan sirkuler. Dalam pendekatan blok dibedakan antara SD dengan SMP dan SMA.

Perubahan SKL
Zainal A. Hasibuan secara detail menjelaskan perubahan SKL dilakukan pada beberapa aspek. Aspek yang paling mendasar adalah rumusan kompetensi yang selama ini terpisah-pisah antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan, diintegrasikan menjadi satu kesatuan.

Artinya, dalam sebuah rumuan kompetensi terdapat sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan porsi atau bobot yang berbeda. Pada satu rumusan, bisa jadi bobot keterampilan lebih dominan dibanding bobot pengetahuan dan sikap.

“Penyatuan tiga dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dilakukan sebab ketiga dimensi tersebut bukan merupakan aspek yang tidak saling terpisahkan tetapi saling melengkapi antara satu dengan yang lain”, ucap Ucok panggilan akrab Zainal A. Hasibuan.

Perubahan kedua, rumusan  kompetensi disusun dengan membuat gradasi dari SD/MI, SMP/MTs sampai dengan SMA/MA. Gradasi kompetensi disusun secara lebih operasional, jelas, dan terukur untuk mengidentifikasi pencapaian kemampuan peserta didik antar satuan pendidikan.

Artinya, adanya  gradasi ini untuk menunjukkan perbedaan kemampuan yang harus dikuasai peserta didik pada masing-masing jenjang.

Selanjutnya, perubahan dilakukan dengan menetapkan area kompetensi yang meliputi tujuh area, yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, kebangsaan dan cinta tanah air, karakter pribadi dan sosial,  kesehatan jasmani dan rohani, literasi, kreativitas, dan estetika. Tujuh area kompetensi tersebut, jika dipetakan akan terlihat sebarannya pada tiga dimensi kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan). Jadi penetapan area ini bukan dimaksudkan menghilangkan ketiga dimensi kompetensi tersebut, tetapi dimaksudkan untuk memperjelas kompetensi yang harus dikuasai peserta didik.

Secara terpisah, Bahrul Hayat Ketua Tim Ahli SKL, menyampaikan bahwa dalam rumusan SKL yang baru ini, ada perluasan makna literasi dari membaca dan menulis  kepada literasi tentang pengetahuan (knowledge literacy) yang meliputi bahasa dan sastra, matematika, sain, sosial budaya, teknologi, informasi dan media serta literasi untuk kehidupan (literacy for life survival). Berdasarkan dua pemahaman tentang literasi ini, maka istilah literasi dijadikan satu dari tujuh area kompetensi.

Penting untuk dicatat bahwa  fungsi SKL sebagai acuan dalam pengembangan standar isi, standar proses, dan standar penilaian. Selain itu, SKL juga dijadikan acuan dalam pengembangan instrumen akreditasi BAN S/M.

Selain itu,  supaya perubahan SKL tidak menimbulkan gejolak sosial, perlu dilakukan pemetaan terhadap kurikulum yang ada sebagai instrumen untuk pencapaian SKL. (sumber: bsnp-indonesia.org)

Contoh Silabus 2017 yang Telah diverifikasi Oleh Tim Pengembang Kurikulum Dit.PSMK


SILABUS MATA PELAJARAN (1)
Nama SMK : __________________________________________________________________
Bidang Keahlian : Semua Bidang Keahlian
Program Keahlian : Semua Program Keahlian
Kompetensi Keahlian : Semua Kompetensi Keahlian
Mata Pelajaran : Simulasi dan Komunikasi Digital
Durasi : 108 Jam Pelajaran (JP)

Kompetensi Inti (KI)
KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Simulasi dan Komunikasi Digital pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional,
dan internasional.
[ads-post]
KI-4 (Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan lingkup kajian Simulasi dan Komunikasi Digital. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Contoh Silabus 2017 yang Telah diverifikasi Oleh Tim Pengembang Kurikulum Dit.PSMK UNDUH DISINI

Skema Kelulusan UKG dan Pencairan Sertifikasi (TPG) Akan Diubah
Mendikbud akan merubah Skema Kelulusan UKG Dan Pencairan Sertifikasi atau Tunjangan Profesi Guru (TPG) . Berikut infonya yang admin kutip dari laman republika. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membenahi Uji Kompetensi Guru (UKG). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyebut UKG dapat diambil dari konversi pengalaman kerja. Hal itu mengomentari keluhan sejumlah guru yang menilai batas nilai 80 terlalu tinggi dalam UKG.

"Kalau 80 itu berlaku untuk guru muda yang masih melek komputer. Kalau yang sudah tua, tak usah 80, bisa pakai konversi pengalaman kerja," kata dia saat memberi arahan pada dinas provinsi se-Indonesia di (Kemendikbud), Jakarta, Senin (18/9).

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengatakan, selama ini kenaikan pangkat dihubungkan dengan pengalaman kerja. Hal itu merupakan upaya menghargai pengalaman kerja guru itu. Muhadjir menginstruksikan pada Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi untuk membenahi proses UKG. Sebab, ia mengatakan lulus tidaknya UKG seorang guru berhubungan dengan tunjangan yang diberikan.
[ads-post]
Ia justru menyayangkan apabila ada proses yang panjang dalam memperoleh tunjangan profesi guru (TPG). Salah satunya, karena anggaran yang sudah dialokasikan akan menjadi silpa.

"UKG minta benahi, 80 tetap bagi mereka yang baru lulus," kata dia.

Selain itu, ia meminta ada pengalihan syarat sertifikasi guru, dari 24 jam tatap muka menjadi 40 jam bekerja sesuai beban kerja ASN. Ia meyakini model beban kerja itu tidak akan mempersulit guru mendapat TPG.

Selain itiu Muhadjir juga meminta tidak perlu mempersulit pembuatan karya ilmiah guru. Menurutnya, karya ilmiah adalah ranah profesor. Sementara guru, ia mengatakan cukup melakukan riset-riset.

Ia menyebut guru dapat mencontoh dokter dalam meriset suatu persoalan, khususnya masalah pendidikan. Ia berujar selama ini seorang dokter harus memperbarui izin praktik dalam jangka waktu lima tahun sekali.

Dokter melakukan pembaruan izin menggunakan catatan dari sejumlah pengalaman menangani pasien. Menururnya, guru dapat melakukan hal serupa, yakni pengalaman menangani pelajar.

"Guru kalau ada catatan portofolio murid, bisa dipakai untuk riset, lebih otentik, 15 halaman saja, bagikan ke guru lain untuk diskusi," ujar dia. (Republika.co.id)

Spesifikasi dan Setting TP-LINK 2.4 GHz CPE 220 Sebagai Access Point

Spesifikasi dan Setting TP-LINK 2.4 GHz CPE 220 Sebagai Access Point

2.4 GHz 300Mbps 12dBi Outdoor CPE CPE220
  • Built-in antena 12dBi 2x2 directional dual-terpolarisasi antena MIMO
  • Disesuaikan transmisi daya dari 0 hingga 30dBm/1000mw
  • Sistem-tingkat optimasi untuk lebih dari 13km jarak transmisi nirkabel
  • TP-LINK Pharos MAXtream TDMA (Time-Division Multiple-Access) teknologi meningkatkan kinerja produk dalam throughput, kapasitas dan kinerja latensi, ideal untuk aplikasi PTMP
  • Sistem Manajemen Terpusat – Pharos Kontrol
  • AP / Client / Bridge / Repeater / AP Router / AP Client Router (WISP) mode operasi
  •  Pasif PoE Adapter mendukung hingga 60 meter (200 kaki) Power over Ethernet penyebaran dan memungkinkan perangkat untuk me-reset jarak jauh
TP-LINK 2.4 GHz 300Mbps 12dBi Outdoor CPE, CPE220 didedikasikan untuk solusi biaya yang efektif untuk outdoor wireless networking aplikasi. Dengan aplikasi manajemen terpusat, sangat fleksibel dan ideal untuk point-to-point, point-to-multipoint dan luar jangkauan Wi-Fi aplikasi. Kinerja profesional, ditambah dengan desain yang user-friendly, membuat CPE220 pilihan ideal untuk pengguna bisnis dan rumah.

SPESIFIKASI CPE 220


HARDWARE FEATURES
Processor Qualcomm Atheros 560MHz CPU, MIPS 74Kc
Memory 64MB DDR2 RAM, 8MB Flash
Interface 1 10/100Mbps Shielded Ethernet Port (LAN0,Passive PoE in)
1 10/100Mbps Shielded Ethernet Port (LAN1, Passive PoE Passthrough)
1 Grounding Terminal
1 Reset Button
Power Supply Passive Power over Ethernet via LAN0 (+4,5pins; -7,8pins)
Voltage range: 16-27VDC
Power Consumption 10.8 Watts Max
Note: When deployed using Passive PoE, the power drawn from the power source will
be higher by some amount depending on the length of the connecting cable.
Dimensions ( W x D x H ) 11×3.1×2.1 inch (276×79×60 mm)
Antenna Type Built-in 12dBi 2x2 Dual-polarized Directional Antenna
Beam Width: 60° (H-Plane) / 30° (E-Plane)
Note: For more details, please refer to datasheet
Protection 15KV ESD Protection
6KV Lightning Protection
Enclosure Outdoor ASA stabilized plastic material
IPX5 waterproof Certification
WIRELESS FEATURES
Wireless Standards IEEE 802.11b/g/n (with Pharos MAXtream disabled)
Proprietary Protocol TDMA Mode (with Pharos MAXtream enabled)
Wireless Speeds Up to 300Mbps (40MHz,Dynamic)
Up to 144.4Mbps (20MHz,Dynamic)
Up to 72.2Mbps (10MHz,Dynamic)
Up to 36.1Mbps (5MHz,Dynamic)
Frequency 2.4~2.483GHz
Note: Available operating frequency may vary depending on the limitations
of the countries or regions in which the device is used.
Transmission Power 30dBm/1000mw (Adjustable power by 1dBm)
Note: Maximum transmission power may vary across different channels depending
on the limitations of the countries or regions in which the device is used.
SOFTWARE FEATURES
Wireless Configurations Pharos MAXtream TDMA Technology
802.11b/g/n Modes
Selectable Channel Width: 5/10/20/40MHz
Automatic Channel Selection
Transmission Power Control
Dynamic Frequency Selection (DFS)
WDS Enable/Disable
Security: WPA/WPA2, WPA-PSK/WPA2-PSK (AES/TKIP) Encryption, 64/128/152-bit WEP Encryption
SSID Broadcast Enable/Disable
Multi-SSID with VLAN Tagging (AP mode only)
Distance/ACK Timeout Setting
Wireless MAC Address Filter
Wireless Advanced:
> Beacon Interval/RTS Threshold/Fragmentation
>Threshold/DTIM Interval/AP Isolation/Short GI/Wi-Fi Multimedia
Management Discovery and Remote Management via Pharos Control application
HTTP/HTTPS Web-based management
System Log
SNMP Agent(v2c)
Ping Watch Dog
Dynamic DDNS
SSH Server
System Tools Wireless Signal Quality Indicators:
Signal Strength/Noise/Transmit CCQ/CPU/Memory
Monitors: Throughput/Stations/Interfaces/ARP/Routes/WAN/DHCP
Spectrum Analyzer
Speed Test
Ping
Traceroute
System-level Optimizations Optimized IGMP Snooping/Proxy for multicast applications
Hardware watch dog
POE ADAPTER FEATURES
Dimensions(W x D x H) 110×57×33.5mm
Input Current 0.8A Max @ 100VAC
Input Voltage 100VA~240VAC @ 50Hz~60Hz
Output 24VDC, 1.0A Max
+4, 5pins; -7, 8pins. (Support up to 60m Power over Ethernet)
Efficiency >80%
Output Voltage 24VDC(+4,5pins; -7,8pins)
Input 100-240VAC, 50/60Hz
Power Status LEDs 0~0.8A: Green
0.8A~1.0A: Red
Certifications CE/FCC/UL/IC/GS/PSB/C-tick/SAA/S-Mark/KC-mark
Interfaces 1 AC Jack with Earth Ground
1 10/100Mbps/1000Mbps Shielded Ethernet Port (Power + Data)
1 10/100Mbps/1000Mbps Shielded Ethernet Port (Data)
Button Remote Reset Button
OTHERS
Certification CE, FCC, RoHS, IPX5
Package Contents Outdoor Wireless CPE
24V 1A Passive PoE Adapter
Pole Mounting Straps
AC Power Cord
Installation Guide
System Requirements Microsoft Windows 98SE, NT, 2000, XP, Vista™ or Windows 10, Windows 8, Windows 7,
MAC OS, NetWare, UNIX or Linux.
Note: We recommend you to use one of following Web browsers for an improved user
experience: Google Chrome, Safari, and Firefox. IE browsers are not recommended.
Environment Operating Temperature: -30°C~70°C (-22℉~158℉)
Storage Temperature: -40℃~70℃ (-40℉~158℉)
Operating Humidity: 10%~90% non-condensing
Storage Humidity: 5%~95% non-condensing

Fitur-fitur baru dari Pharos seri produk adalah sebagai berikut:

 Menyediakan desain UI User-friendly.
 TP-Link Pharos MAXtream (Time-Division Multiple-Access) teknologi meningkatkan produk
kinerja throughput, kapasitas dan latency, yang ideal untuk Point-to-multipoint
aplikasi.
 Mendukung beberapa mode operasi: Access Point, Client, Repeater (Range Extender), Jembatan,
AP Router dan AP Client Router (WISP Client).
 Menyediakan sistem-tingkat optimasi untuk jarak jauh transmisi nirkabel.
 Mendukung bandwidth yang dipilih dari 5/10/20/40MHz.
 Mendukung easy antena keselarasan dengan Wifi Indikator Sinyal pada antarmuka Web.
 Menyediakan Throughput Monitor, Spektrum Analyzer, Tes Kecepatan dan Ping tools.
[ads-post]

Cara Setting CPE 220 Sebagai Access Point

Dalam mode AP, perangkat ini bertindak sebagai pusat dan menyediakan wireless access point untuk wifi klien. Sementara Itu, fungsi Multi SSID  dapat diaktifkan dalam mode ini, menyediakan hingga empat jaringan nirkabel dengan berbagai Ssid dan password.

Jika Titik Akses yang dipilih, klik Next dan ikuti langkah-langkah berikut:
1. LAN Settings akan muncul halaman seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Alamat IP default adalah 192.168.0.254 dan default Subnet Mask adalah 255.255.255.0. Anda dapat mengubah Alamat IP dan Subnet Masker pada halaman ini ketika ada konflik IP dengan perangkat lain. Klik Berikutnya.

2. Wireless AP Setting akan muncul halaman seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Kami sarankan untuk pilih WPA-PSK/WPA2-PSK di kotak Keamanan dan masukkan PSK Password di bawah ini untuk mencegah akses tidak sah ke AP. Masukkan jarak antara perangkat ini dan terjauh klien dalam Pengaturan Jarak . Kemudian klik Berikutnya.

3. Finish halaman akan muncul dan menampilkan apa yang anda telah dikonfigurasi sebelumnya. Jika anda ingin memodifikasi parameter, klik Kembali untuk mengkonfigurasi ulang. Jika semua sudah dikonfirmasi, klik Finish untuk menyelesaikan konfigurasi.

Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru TK,SD,SMP,SMA,SMK 2017
Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru TK,SD,SMP,SMA,SMK 2017 - Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) adalah kegiatan keprofesian yang wajib dilakukan secara terus menerus oleh guru dan tenaga kependidikan agar kompetensinya terjaga dan terus ditingkatkan. Kegiatan PKB sesuai yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Negara dan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya terdiri dari 3 (tiga) kegiatan yaitu: (1) Kegiatan Pengembangan Diri; (2) Karya Ilmiah; (3) Karya Inovatif. Kegiatan Pengembangan diri meliputi kegiatan diklat dan kegiatan kolektif guru.

Pada kegiatan pengembangan diri melalui diklat, guru akan mengembangkan kompetensi guru pada kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik. Untuk menguasai kompetensi pedagogik, seorang guru harus dapat menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif. Penguasaan hal-hal tersebut adalah suatu yang mutlak sebagai upaya untuk menjadi guru yang profesional.
Pada setiap komponen modul yang dikembangkan ini telah diintegrasikan beberapa nilai karakter bangsa, baik secara implisit maupun eksplisit yang dapat diimplementasikan selama aktivitas pembelajaran dan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung pencapaian revolusi mental bangsa. Integrasi ini juga merupakan salah satu cara perwujudan kompetensi sosial dan kepribadian guru (Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007) dalam bentuk modul.

Modul ini merupakan salah satu media untuk pengembangan pedagogik guru secara terus menerus, karena guru dituntut untuk terus meningkatkan pengetahuan dan pengalaman pedagogik serta profesionalnya. Modul Pembinaan Karir Guru ini diharapkan dapat memfasilitasi guru lebih mandiri, aktif, profesional, kreatif dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.”

Taman Kanak-Kanak (TK)


Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru TK Modul A – J.
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru TK Modul A  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru TK Modul B  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD TK Modul C  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD TK Modul D  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD TK Modul E  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD TK Modul F 
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD TK Modul G  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD TK Modul H  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD TK Modul I  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD TK Modul J  

SEKOLAH DASAR (SD)

Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi lengkap Modul A – J.
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi Modul A  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi Modul B  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi Modul C  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi Modul D  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi Modul E  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi Modul F  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi Modul G  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi Modul H  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi Modul I  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Atas / Tinggi Modul J  

Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal lengkap Modul A – J.
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal Modul A  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal Modul B  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal Modul C  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal Modul D  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal Modul E  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal Modul F  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal Modul G  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal Modul H  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal Modul I  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SD Kelas Bawah / Awal Modul J  

Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD lengkap Modul A – J.
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD Modul A  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD Modul B  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD Modul C  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD Modul D  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD Modul E  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD Modul F  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD Modul G  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD Modul H  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD Modul I  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK SD Modul J  

Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru SENI BUDAYA SD lengkap Modul A – J.
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SD Modul A  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SD Modul B  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SD Modul C  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SD Modul D  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SD Modul E  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SD Modul F  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SD Modul G  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SD Modul H  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SD Modul I  
  • Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SD Modul J  


Modul PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017
  • Modul A PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017 
  • Modul B PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017 
  • Modul C PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017
  • Modul D PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017 
  • Modul E PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017 
  • Modul F PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017 
  • Modul G PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017 
  • Modul H PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017 
  • Modul I PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017 
  • Modul J PKB Bahasa Sunda Untuk SD/SDLB Edisi Revisi 2017 



Pendidikan Luar Biasa (PLB)

PLB Autis

  • Modul A PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 
  • Modul B PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 
  • Modul C PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 
  • Modul D PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 
  • Modul E PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 
  • Modul F PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 
  • Modul G PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 
  • Modul H PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 
  • Modul I PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 
  • Modul J PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 


PLB Tunadaksa

  • Modul A PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunadaksa Edisi Revisi 2017 
  • Modul B PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunadaksa Edisi Revisi 2017 
  • Modul C PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunadaksa Edisi Revisi 2017 
  • Modul D PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunadaksa Edisi Revisi 2017 
  • Modul E PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunadaksa Edisi Revisi 2017 
  • Modul F PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunadaksa Edisi Revisi 2017 
  • Modul G PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunadaksa Edisi Revisi 2017 
  • Modul H PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunadaksa Edisi Revisi 2017 
  • Modul I PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunadaksa Edisi Revisi 2017 
  • Modul J PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunadaksa Edisi Revisi 2017 


PLB Tunagrahita

  • Modul A PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunagrahita Edisi Revisi 2017 
  • Modul B PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunagrahita Edisi Revisi 2017 
  • Modul C PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunagrahita Edisi Revisi 2017 
  • Modul D PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunagrahita Edisi Revisi 2017 
  • Modul E PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunagrahita Edisi Revisi 2017 
  • Modul F PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunagrahita Edisi Revisi 2017 
  • Modul G PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunagrahita Edisi Revisi 2017 
  • Modul H PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunagrahita Edisi Revisi 2017 
  • Modul I PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunagrahita Edisi Revisi 2017 
  • Modul J PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunagrahita Edisi Revisi 2017 


PLB Tunanetra

  • Modul A PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunanetra Edisi Revisi 2017 
  • Modul B PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunanetra Edisi Revisi 2017 
  • Modul C PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunanetra Edisi Revisi 2017 
  • Modul D PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunanetra Edisi Revisi 2017 
  • Modul E PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunanetra Edisi Revisi 2017 
  • Modul F PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunanetra Edisi Revisi 2017 
  • Modul G PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunanetra Edisi Revisi 2017 
  • Modul H PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunanetra Edisi Revisi 2017 
  • Modul I PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 
  • Modul J PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Autis Edisi Revisi 2017 


PLB Tunarungu

  • Modul A PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunarungu Edisi Revisi 2017 
  • Modul B PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunarungu Edisi Revisi 2017 
  • Modul C PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunarungu Edisi Revisi 2017 
  • Modul D PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunarungu Edisi Revisi 2017 
  • Modul E PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunarungu Edisi Revisi 2017 
  • Modul F PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunarungu Edisi Revisi 2017 
  • Modul G PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunarungu Edisi Revisi 2017 
  • Modul H PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunarungu Edisi Revisi 2017 
  • Modul I PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunarungu Edisi Revisi 2017 
  • Modul J PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Tunarungu Edisi Revisi 2017 

[ads-post]


Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP lengkap Modul A – J.


  • Modul A PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP Edisi Revisi 2017 
  • Modul B PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP Edisi Revisi 2017 
  • Modul C PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP Edisi Revisi 2017 
  • Modul D PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP Edisi Revisi 2017 
  • Modul E PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP Edisi Revisi 2017 
  • Modul F PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP Edisi Revisi 2017 
  • Modul G PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP  Edisi Revisi 2017 
  • Modul H PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP Edisi Revisi 2017 
  • Modul I PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP Edisi Revisi 2017 
  • Modul J PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPA SMP Edisi Revisi 2017 
Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru IPS SMP lengkap Modul A – J. (KLIK DISINI)
Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PPKn SMP lengkap Modul A – J. (KLIK DISINI)
Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Bahasa Indonesia SMP lengkap Modul A – J. (KLIK DISINI)
Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Bahasa Inggris SMP lengkap Modul A – J. (KLIK DISINI)
Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Matematika SMP lengkap Modul A – J. (KLIK DISINI)
Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru PJOK / Penjas SMP lengkap Modul A – J. (KLIK DISINI)
Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru Seni Budaya SMP lengkap Modul A – J. (KLIK DISINI)

Modul PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017
Modul A PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul B PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul C PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul D PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul E PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul F PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul G PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul H PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul I PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul J PKB Bahasa Sunda Untuk SMP Edisi Revisi 2017 (disini)



Sekolah Menengah Atas (SMA)

Modul PKB Fisika Untuk SMA Edisi Revisi 2017



Modul PKB Kimia Untuk SMA Edisi Revisi 2017



Modul PKB Biologi Untuk SMA Revisi 2017



Modul PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017

Modul A PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul B PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul C PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul D PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul E PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul F PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul G PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul H PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul I PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017 (disini)
Modul J PKB Bahasa Sunda Untuk SMA/SMK Edisi Revisi 2017 (disini)

Download Firmware Tenda N301 Terbaru

Download Firmware Tenda N301 Terbaru


N301: Wireless N300 Setup yang Mudah Router ini dirancang untuk setup yang lebih mudah untuk pengguna rumah. Hal ini sesuai dengan IEEE802.11n, memberikan kecepatan nirkabel hingga 300 Mbps, sehingga cocok untuk sehari-hari kegiatan web seperti email, chatting, video streaming, game online dan banyak lagi. Yang N301: juga dapat bekerja sebagai client router untuk menghubungkan jaringan ISP nirkabel atau uplink AP untuk berbagi Internet ke setiap sudut,elimating titik mati.
  • Produk model dan firmware versi mungkin berbeda menurut wilayah.
  • Upgrade Firmware dapat menyelesaikan sebelumnya kemungkinan masalah dan meningkatkan kinerja produk.
  • Jika anda meng-upgrade Tenda produk dengan menggunakan sebuah firmware pihak ketiga, Tenda tidak berkewajiban untuk menyediakan pemeliharaan atau dukungan, dan tidak menjamin kinerjanya. Kerusakan produk yang disebabkan oleh upgrade firmware pihak ketiga yang keluar dari garansi produk.

[tab][content title="SPESIFIKASI"]
Standard&Protocol
  • IEEE 802.3/3U IEEE 802.11n/g/b
Interface
  • 1 10/100Mbps WAN Port
  • 3 10/100Mbps LAN Ports
Antenna
  • 2 fixed 5dbi Omni Directional antenas
  • Button
  • 1 Reset/WPS Button
Dimension
  • 127.4mm*90.5mm*26mm (L*W*H)
  • Wireless Link Rate
  • IEEE 802.11n: up to 300Mbps
  • IEEE 802.11g: up to 54Mbps
  • IEEE 802.11b: up to 11Mbps
Frequency Range
  • 2.412GHz-2.472GHz
Working Mode
  • Universal Repeater
  • AP
  • WISP
  • WDS Bridge
Wrieless Security
  • 64/128bit WEP
  • WPA-PSK
  • WPA2-PSK
  • WPS support
Wireless Function
  • Enable/Disable Wireless Radio
  • Wireless Access Control
Reception Sensitivity
  • b mode:1M -92dBm@8% 11M -87dBm@8% PER
  • g mode:54M -72dBm@8% PER
  • n mode:72.2M -68dBm@8% PER; 150M -68dBm@8% PER
Internet Connection Type
  • Dynamic IP、PPPOE、Static IP、L2TP、PPTP
  • DHCP Server
  • Built-in DHCP server
  • DHCP Client List
Address Reservation
  • Virtual Server
  • Port Forwarding
  • DMZ Host
Parental Control
  • Client Filter
  • Mac Filter
  • Websites Filter
Dynamic DNS
  • No-IP
  • dyndns
VPN Pass-through
  • PPTP
  • L2TP
Other
  • Bandwidth Control
  • Mac Address Clone
  • Remote Web Management
  • System Log
Package Content
  • Wireless N300 Easy Setup Router N301
  • Quick Installation Guide
  • Ethernet cable
  • Power adapter
  • Resources CD
  • Environment
Operating Temperature: 0℃~40℃
  • Storage Temperature: -40℃~70℃
  • Operating Humidity: 10%~90% non-condensing
  • Storage Humidity: 5%~90% non-condensing
Certification
  • FCC, CE,RoHs
[/content][content title="FIRMWARE"]Upgrade Firmware dapat menyelesaikan sebelumnya kemungkinan masalah dan meningkatkan kinerja produk.
Untuk menghindari kegagalan upgrade atau kerusakan pada perangkat anda, pastikan bahwa:
  • Upgrade firmware sesuai dengan perangkat.
  • Jangan lepaskan catu daya ketika perangkat upgrade.
  • Menghubungkan kabel klien untuk perangkat yang menggunakan kabel Ethernet untuk meng-upgrade.
  • Sebaiknya anda tidak menggunakan aplikasi internet pada kabel klien yang digunakan untuk meng-upgrade, atau putuskan koneksi internet.
  • Anda harus unzip firmware menggunakan software dekompresi, seperti WinZIP atau WinRAR, setelah anda men-download.
  •  Jika anda ingin meng-upgrade perangkat menggunakan sebuah firmware pihak ketiga, memahami bahwa:
  • Tenda tidak berkewajiban untuk menyediakan pemeliharaan atau dukungan, dan tidak menjamin kinerjanya. Kerusakan produk yang disebabkan oleh upgrade firmware pihak ketiga yang keluar dari garansi produk. 

Firmware Tenda N301

[/content]
[/tab]

PP No 19/2017 Tunjangan Fungsional Dihapus, Tuai Penolakan
JAKARTA - Kebijakan pemerintah menghapus tunjangan fungsional bagi guru swasta yang belum menerima tunjangan profesi guru (TPG) menuai penolakan.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengecam keputusan tersebut. Mereka menuntut Peraturan Pemerintah (PP) 19/2017 tentang Guru direvisi.

Selama ini aturan pemberian tunjangan fungsional tertuang dalam pasal 19 PP 74/2008 tentang Guru.

Di dalam pasal tersebut dijelaskan ada tujuh syarat untuk mendapatkan tunjangan fungsional. Seperti memiliki sertifikat profesi guru, menjadi guru tetap, dan usia maksimalnya 60 tahun.

Namun keberadaan tunjangan fungsional itu dihapus di dalam PP 19/2017 tentang revisi PP 74/2008 tentang Guru. Secara tegas di PP ini dinyatakan bahwa seluruh pasal 19 di PP 74/2008 dihapus.

Ketua Umum Pengurus Besar (PG) PGRI Unifah Rosyidi mengatakan keputusan pemerintah menghapus pasal tunjangan fungsional itu membuat guru swasta sedih dan marah.

’’Meskipun nominalnya rata-rata Rp 250 ribu per bulan, sangat ditunggu-tunggu oleh para guru,’’ katanya di Jakarta kemarin.

Apalagi bagi para guru yang mendapatkan gaji sangat kecil dari sekolahnya. Keberadaan tunjangan fungsional itu sangat membantu guru.

Dia mengatakan penghapusan tunjangan fungsional itu menunjukkan arogansi Kemendikbud dalam mengelola guru.

Unifah berharap PP 19/2007 itu direvisi. Dia mengatakan PGRI, sebagai induk ogranisasi profesi guru terbesar, siap duduk bersama dengan Kemendikbud.

Rekomendasi:
Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2017 Perubahan Atas PP No 74 Thn 2008 tentang Guru

Unifah mengatakan sempat ada kabar bahwa pemerintah hanya mengganti istilah dari tunjangan fungsional menjadi insentif.

Menurut dia pengubahan itu tidak tepat. Sebab guru adalah jabatan fungsional.

Sementara jika diganti dengan insentif, maka pemberian tunjangannya terkait dengan kinerja. ’’Tunjangannya sudah kecil, kalau dikaitkan dengan kinerja seperti kehadiran, bisa lebih kecil lagi,’’ paparnya.

Berdasarkan data Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud besaran tunjangan fungsional atau insentif guru swasta tahun ini sebesar Rp 400 miliar. Alokasi itu untuk membayar tunjangan fungsional sebanyak 117 ribu guru swasta.
[ads-post]
Jawa Barat mendapatkan alokasi paling banyak dengan 21 ribu guru. Kemudian disusul Jawa Timur dengan 19 ribu guru dan Jawa Tengah sebanyak 18 ribu guru.

Berdasarkan jenjang pendidikan, alokasi paling banyak untuk guru SD dan SMP (pendidikan dasar).

Dirjen GTK Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan memang benar pasal tentang tunjangan fungsional dihapus.

Namun dia menegaskan tunjangan fungsional hanya berubah nama menjadi insentif. Dia beralasan pengubahan ini menyesuaikan regulasi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

’’Guru tidak akan meributkan namanya ya. Yang penting uangnya tetap teralokasikan,’’ jelasnya. Pranata mengatakan lambat laun jumlah sasaran guru peneriman tunjangan fungsional akan turun.

Sebab banyak guru swasta yang mendapatkan kucuran TPG. Dia menegaskan guru swasta yang mendapatkan TPG otomatis tidak mendapatkan tunjangan fungsional lagi. (jpnn)

Filenya.com

{google-plus#https://plus.google.com/+FilenyaCom/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget