FileNya

Berita Terbaru
Berita Informasi-Guru Juknis Aplikasi NOT LAGU SIMPATIKA DAPODIK Kurikulum-2013 Rpp-Silabus-Kls-10 PERMEN Buku-SD-MI RPP-Silabus-Kls-X Padamu-Siap Cara US-UN Buku Rpp-Silabus-Kls-11 Parenting ADMINISTRASI RPP-Silabus Buku-SMK Sertifikasi GURU RPP-Silabus-Kls-4 Rpp-Silabus-Kls-7 Soal-Kls-5 KEMENDAGRI PERMENDIKBUD RPP-Silabus-Kls-5 Surat Buku-SMA-MA RPP-Silabus-Kls-1 Soal Geografi PAUD RPP-Silabus-Kls-2 US-UN-SD Buku-SMP-MTs Tekno Ayu Ting Ting Eny Sagita RPP-Silabus-SD SMK BOS KEMKES Soal-Kls-1 Soal-Kls-4 Story UKG US-UN-SMP-MTs Definisi Padamu Negeri RPP US-UN-SMK UTS-KLS-6 Narrative Text PERATURAN RPP-Silabus-Agama-Kls-10 Rpp-Silabus-Kls-12 Soal-Kls-2 Ukuran Akreditasi Beasiswa KOMINFO MEDIA NUPTK PUPNS RPP-Silabus-Kls-8 Soal-Kls-3 Soal-Kls-6 Software UN CPNS EMIS Guru Pembelajar IPA IsNews Nasional Bahasa Indonesia DAK Facebook Kisi-Kisi PERMENKEU PIP RPP-Silabus-SMP Rpp-Silabus-Kls-9 SBK SKTP Seni DAPODIKDAS Fisika X Game Hardware KKM Lagu Matematika NPSN O2SN Operator Sekolah Otak POS PP PRAKERIN Promes Prota Puzzle RPP-SILABUS-MTS RPP-Silabus-Kls-6 SK Sehat Soal-Kls-12 Soal-Kls-4-K13 Tunjangan UAMBN UTS UTS-KLS-1 UTS-SMA-MA Ukuran Kertas A1 Dalam Pixel Ukuran Kertas A4 Dalam Pixel BMKG BUKU PKLK 11 Browser DIKTI Demy Downloader IPA 5 Internasional Internet Tool Jadwal Jawa Kata Kulit LPIR Lagu PAUD/TK MENPAN Makalah Matematika-Kls-8 Materi PAI Materi PAI KTSP Materi-Kelas-8 Melly Goeslaw Messenger Metode OPS OSN PNS Guru Pajak Perangkat SD-MI Pramuka RPP Penjaskes RPP SMK RPP SMK Kurikulum 2013 RPP-Silabus-Kls-3 Rocket Rockers SMK-XII/TI SMP SMP-7 Sejarah Silabus SMK Soal-Kls-5-K13 Stroke Tunjangan Profesi Guru. Guru UAS KLS 1 US UTS KLS 10 UTS KLS 11 UTS KLS 8 UTS-KLS-3 UTS-KLS-4 UTS-kLS-2 Ukuran Kertas A1 Ukuran Kertas A1 Dalam Cm Ukuran Kertas A1 Dalam Inc Ukuran Kertas A1 Dalam Mm Ukuran Kertas A2 Dalam Pixel Ukuran Kertas A3 Dalam Pixel Ukuran Kertas A4 Dalam Cm Ukuran Kertas A4 Dalam Inch Ukuran Kertas A4 Dalam Mm Ukuran Kertas A5 Dalam Pixel Unduh Contoh Perangkat Akreditasi SD/MI Lengkap [2015] Unduh Contoh Perangkat Akreditasi SMA/MA Lengkap [2015] Unduh Contoh Perangkat Akreditasi SMK/MA Lengkap [2015] Unduh Rpp Bahasa Indonesia Smp/Mts Kelas 7

12 Langkah Pesan Buku Kurikulum 2013 Secara Online 2017

12 Langkah Pesan Buku Kurikulum 2013 Secara Online 2017

Sekolah pelaksana Kurikulum 2013 (K13) dapat memesan buku teks pelajaran K13 melalui laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Buku dibeli dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dengan mengunjungi laman e-katalog LKPP, sekolah dapat mengetahui harga buku pada setiap zona/daerah beserta daftar tautan laman penyedia buku K13. Tiap laman menampilkan kaver, spesifikasi, tata cara pemesanan dan pembayaran buku.

Setelah mengetahui tata cara pemesanan buku, kepala sekolah menugaskan operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk memesan buku dengan menggunakan User ID dan password Dapodik.

Pembayaran buku teks pelajaran K13 dilakukan setelah buku diterima sekolah. Ada dua metode pembayaran yang dapat dipilih. Pertama, pembayaran nontunai melalui payment gateway yang disediakan masing-masing penyedia. Kedua, pembayaran nontunai melalui transfer langsung kepada rekening penyedia.

Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti langkah-langkah cara pemesanan Buku Kurikulum 2013 berikuti ini:
[ads-post]
Cara Ke 1
1. Kunjungi laman e-katalog LKPP menggunakan link berikut ini https://e-katalog.lkpp.go.id/backend/iframe/bukuKurikulumK13 *(jika tidak bisa masuk ke laman e-katalog LKPP, langsung saja ke laman toko buku tempat memesan buku kurikulum 2013 di sini https://www.intanonline.com/sso/default/index, kemudian lanjutkan ke langkah ke 4)

2. Pilih buku kurikulum 2013 per semester yang akan di pesan.



3. Pilih penerbit tempat memesan buku (dalam contoh ini kami menggunakan Intanonline)
4. Klik tombol Login / Masuk dengan DAPODIK.

5. Untuk Login/Masuk Gunakan Username dan password sesuai dengan aplikasi DAPODIK sekolah Anda

6. Isi data pemesan dengan lengkap dan benar, kemudian klik simpan dan lanjut pemesanan. Data ini nantinya akan menjadi acuan ketika pengiriman buku

7. Isi jumlah buku yang akan dipesan, kemudian klik "Simpan dan konfirmasi pemesanan"


8. Cek kembali buku pesanan anda apakah sudah sesuai, jika sudah sesuai, klik "Simpan dan lanjut pilih metode pembayaran"


9. Pilih metode pembayaran yang sesuai untuk anda. Klik "Setuju dengan syarat dan ketentuan yang berlaku", kemudian klik "Lanjut dan proses pemesanan".

10. Cek akun email anda untuk melakukan konfirmasi pembayaran (Jika tidak ada lihat pada folder SPAM), kemudian klik "Konfirmasi pembayaran".


11. Jika anda kesulitan menemukan email, bisa konfirmasi di sini. kemudian masukkan nomor pesanan anda.

12. Isi form konfirmasi sesuai dengan no rekening yang anda gunakan untuk membayar buku pesanan, kemudian klik "Submit".


Cara Ke 2
1. Kunjungi laman e-katalog LKPP menggunakan link berikut ini https://e-katalog.lkpp.go.id/backend/iframe/bukuKurikulumK13 *(jika tidak bisa masuk ke laman e-katalog LKPP, langsung saja ke laman toko buku tempat memesan buku kurikulum 2013 di sini http://store.jpbooks.co.id/sso/katalog/, kemudian lanjutkan ke langkah ke 4)

2. Pilih buku kurikulum 2013 per semester yang akan di pesan.

3. Pilih penerbit tempat memesan buku (dalam contoh ini kami menggunakan JPBooks)

4. Klik tombol Login / Masuk dengan DAPODIK.

5. Untuk Login/Masuk Gunakan Username dan password sesuai dengan aplikasi DAPODIK sekolah Anda

6. Cari buku yang anda butuhkan (Klik menu "Katalog" untuk melihat harga dan koleksi buku) (Pilih pada menu "Kategori" untuk menemukan buku per kelas)

7. Plih Judul atau gambar buku untuk melihat detail buku, klik beli untuk membeli buku

8. Klik pada gambar troli belanja untuk melihat daftar pesanan

9. Periksa kembali buku pesanan anda, klik tombol "check out" jika anda sudah yakin dengan buku yang anda pesan

10. Periksa kembali data detail tempat/alamat tujuan pengiriman buku

11. Centang pernyataan telah membaca syarat dan ketentuan, kemudian klik tombol "Setuju"

12. Selamat anda telah berhasil memesan buku, kemudian silahkan cek email untuk konfirmasi pembayaran

Surat Edaran Pembelian Buku Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2017/2018

Surat Edaran Pembelian Buku Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2017/2018

Yth.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
Kepala Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013
di Seluruh Indonesia

Dalam rangka memberikan arahan dan pedoman bagi sekolah pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2017/2018 dalam proses pemesanan buku teks pelajaran Kurikulum 2013 kelas 1, 4, 7 dan 10, pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 06/D/KR/2017, Tentang Pembelian Buku Teks Pelajaran Bagi Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2017/2018.
[ads-post]
sekolah pelaksana Kurikulum 2013 (K13) dapat memesan buku teks pelajaran K13 melalui laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Sekolah dapat memesan dan memilih penyedia buku K13 dengan mengakses laman e-katalog LKPP. Buku dibeli dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dalam surat edaran disebutkan bahwa pemesanan buku teks pelajaran Kurikulum 2013 kelas 1, 4, 7 dan 10, pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 yang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), wajib dilakukan secara daring (online shopping)  melalui laman e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) dengan transaksi cashless, dan dilaksanakan sebelum tanggal 30 Juni 2017. Pelaksanaan belanja daring (online shopping) wajib dilakukan kepada penyedia dan harga yang sudah ditetapkan oleh LKPP. Surat edaran selengkapnya dapat diunduh pada lampiran berita ini.

Baca Juga: 12 Langkah Pesan Buku Kurikulum 2013 Secara Online 2017

| Surat Edaran Pembelian Buku Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2017/2018
| Surat Edaran Pembelian Buku Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2017/2018

Juknis dan Cabang Olahraga O2SN SMK 2017

Juknis dan Cabang Olahraga O2SN SMK 2017

Menunjuk Surat Direktur Pembinaan SMK, Nomor: 515/05.5/PD/2017, tertanggal 25 Januari 2017, tentang Revisi lnformasi Kegiatan Lomba bagi Siswa SMK Tahun 2017, dengan ini kami sampaikan bahwa Olimpiade Olahraga Siswa Tingkat Nasional (02SN) Jenjang SMK Tahun 2017 yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 23 s.d. 29 Juli 2017 direvisi menjadi tanggal 03 s.d. 09 September 2017 di Medan, Sumatera Utara. Selanjutnya perlu kami informasikan hal-hal sebagai berikut:

a. Peserta 02SN Tingkat Nasional Tahun 2017 adalah siswa yang masih aktif pada tahun pelajaran 2017/2018 dan merupakan juara berdasarkan hasil seleksi di tingkat Provinsi, dibuktikan dengan sertifikat kejuaraan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dilengkapi foto-foto pelaksanaan Iomba. Apabila tidak dilakukan seleksi di tingkat provinsi, harus dilengkapi surat keterangan penunjukkan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi.

b. Cabang Olahraga dan ketentuan Peserta

Salah satu program Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, adalah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2017. Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional O2SN ini terdiri dari 8 (delapan) bidang lomba yaitu: Tennis Meja, Bulu Tangkis, Catur, Karate, Pencak Silat, Atletik, Renang dan Bola Volly.

Seleksi kedelapan cabang olahraga ini pelaksanaannya dimulai dari tingkat sekolah, lalu tingkat Kab/Kota, tingkat Propinsi dan tingkat Nasional. Tujuan dilaksanakan Olimpiade Olaharaga Siswa Nasional (O2SN) tingkat sekolah menengah kejuruan ini yaitu untuk mendukung pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas dan mandiri serta berkepribadian yang baik. Kegiatan ini sebagai upaya pembentukan sikap, mental, sportivitas, kejujuran dan solidaritas sesama siswa.

Pedoman ini disusun sebagai acuan pelaksanaan olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) bagi pelatih, juri/wasit, official, dan peserta, agar penyelenggaraan pertandingan/perlombaan berjalan sesuai dengan tata cara dan aturan yang telah disepakati bersama.

Semoga program ini mendapat dukungan dari semua lapisan yang berhubungan dengan kegiatan olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) sekolah menengah kejuruan tahun 2017 ini. Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk kesempurnaan pelaksanaan kegiatan olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) sekolah menengah kejuruan tahun 2017 ini serta dapat memajukan olahraga secara keseluruhan di Indonesia.

Untuk mengunduh surat edaran dan juknis O2SN SMK selengkapnya, silahkan anda download pada link yang tersedia di bawah ini:

| lnformasi Cabang Olahraga dan Jumlah Peserta O2SN SMK Tahun 2017
| Juknis O2SN SMK Tahun 2017 [Belum Ada]
| Juknis O2SN SMK Tahun 2016 

Buku Modul Pengembangan Bakat dan Minat Siswa SMK

Buku Modul Pengembangan Bakat dan Minat Siswa SMK

Pendidikan kejuruan (SMK) di indonesia, sedangkan tes bakat ini untuk mengetahui bakat yang ada dalam diri peserta didik SMK. Persamaan tes bakat dan minat ini dengan tes inteligensi atau IQ adalah keduanya samasama untuk melakukan pengukuran pada kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan spasial, dan kemampuan berpikir abstraksi. Namun tes bakat dan minat yang disusun oleh Direktorat Pembinaan SMK ini tidak untuk mengukur inteligensi atau IQ peserta didik. Tes bakat dan minat yang disusun ini difokuskan untuk mengungkap dan mengetahui bakat serta minat peserta didik dalam bidang keahlian yang ada di SMK.

Dalam pengerjaannya, tes bakat ini dibatasi oleh waktu dan memiliki jawaban “benar dan salah”. Sedangkan untuk tes minat tidak dibatasi waktu. Hal ini untuk menentukan apakah ada bukti bahwa Individu memiliki potensi dalam tes yang diberikan, pelaksanaan tes ini perlu dilakukan sesuai dengan petunjuk yang disediakan. Tujuan dari tes ini secara khusus adalah untuk membuat Individu mampu menentukan pemecahan masalah yang bersifat sederhana sampai dengan pemecahan masalah yang sifatnya yang lebih sulit.

Hal ini kemudian mengarah pada pertimbangan apakah hasil tes yang telah dilakukan dapat membantu memberikan saran dan pertimbangan untuk Individu dalam menemukan suatu bidang studi atau karir tertentu lebih mudah dilakukan daripada yang lain. Individu tidak diwajibkan untuk melakukan apa yang paling mudah, karena bukti dari hasil tes dalam melihat preferensi karir menunjukkan bahwa Individu termotivasi untuk mencapai sesuatu yang ditemukan relatif lebih sulit. Meskipun pada akhirnya individu yang memutuskan apa yang membuat Individu merasa sukses dengan pilihannya.

Tes bakat dan minat disusun dalam beberapa tahap persoalan (subtes) yang akan dijelaskan berikutnya di dalam matriks (profil) bakat dan minat yang menunjukkan domain individu yang kuat dan lemah dengan jelas. Hal ini berguna ketika akan diterapkan untuk pendidikan dan pekerjaan, karena sebagian besar pekerjaan membutuhkan kemampuan yang berbeda dalam ukuran domain yang berbeda.

Tes bakat ini dimulai dari soal dengan tingkat kesukaran soal yang lebih mudah ke  tingkat yang lebih sulit. Setiap tahap persoalan (subtes) memiliki waktu masing-masing yang telah ditentukan, dan waktu masingmasing tahap persoalan tersebut berbeda-beda. Setiap siswa diharapkan untuk dapat mengerjakan seluruh persoalan dengan serius dan sungguhsungguh, agar profil yang dihasilkan dari tes tersebut dapat memberikan informasi yang akurat dan berguna mengenai bakat dan minat Individu.

Setelah hasil tes diperoleh, kemudian hasil tes tersebut dijadikan acuan dalam mengembangkan bakat dan minat peserta didik/siswa SMK, peserta didik dapat mengembangkan bakat yang dimiliki di dalam diri yang mungkin belum disadari oleh peserta didik itu sendiri. Tes bakat dan minat merupakan salah satu pilihan solusi yang tepat untuk dapat mengetahui aspek bakat dan minat peserta didik untuk kemudian dapat dilakukan pengembangan yang lebih baik bagi peserta didik di SMK.
[ads-post]

Tujuan

Tes bakat dan minat ini memiliki beberapa tujuan terhadap pengembangan peserta didik yang ada di SMK. Tujuan tes bakat dan minat ini yaitu sebagai berikut:

  • Mengetahui dan memahami apa bakat dan minat Individu dan menemukan cara untuk mengembangkan kekuatan tersebut secara optimal.
  • Individu dapat melakukan pemetaan lebih jauh mengenai bakat yang dimilikinya dan minat yang diinginkannya. 
  • Individu dapat mengambil keputusan untuk memilih bakat dan minatnya dengan tepat sesuai dengan kemampuan dan keinginannya. Keputusan tersebut memungkinkan memberikan hasil yang bervariasi untuk setiap individu bahkan ketika mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan hasil tertentu, karena setiap individu dapat mempersepsikan nilai pentingnya suatu hasil tes secara berbeda.
  • Tujuan dalam kerangka institusional yaitu, nilai dari keputusan ditentukan oleh institusi dan berlaku sama untuk setiap keputusan tertentu. Contoh dari keputusan institusional adalah penerimaan siswa untuk masuk sekolah pada bidang keahlian/kejuruan yang diminati atau juga bias digunakan untuk seleksi perusahaan.
  • Pengelompokan bakat dan minat peserta didik dapat dilakukan untuk mempermudah pengembangan bakat dan minat masing-masing peserta didik SMK.

Manfaat

Tes bakat dan minat ini memiliki manfaat bagi beberapa elemen yaitu bagi siswa, guru dan institusi pendidikan terkait. Manfaat tes bakat dan minat ini akan dijelaskan sebagai berikut:
  • Manfaat bagi siswa yaitu siswa dapat mengetahui dengan baik bakat dan minat yang dimilikinya sehingga dapat menjadi acuan dalam memilih sekolah atau bidang kejuruannya.
  • Manfaat bagi guru adalah agar guru mampu mengembangkan potensi yang telah dimiliki oleh siswa yang telah mengetahui bakat dan minatnya, sehingga memudahkan untuk membimbing siswa dalam memperoleh hasil belajar yang optimal.
  • Manfaat yang terakhir adalah bagi pemerintah atau institusi pendidikan terkait yaitu dapat memperoleh gambaran yang bersifat mikro maupun yang bersifat makro terkait bakat dan minat siswa SMK yang ada. Apakah siswa telah memilih bidang kejuruan sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya. Hal ini tentu berkaitan juga dengan kebijakan apa yang akan diambil dalam menyikapi hasil tersebut.


| Buku Modul Pengembangan Bakat dan Minat Siswa SMK [Link 1]
| Buku Modul Pengembangan Bakat dan Minat Siswa SMK [Link 2]

PDF Kisi-Kisi LKS SMK 2017 Lengkap

PDF Kisi-Kisi LKS SMK 2017 Lengkap

Dalam rangka menghadapi era globalisasi era abad 21, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut untuk dapat bersaing dan siap kerja sesuai kebutuhan keterampilan di dalam maupun di luar negeri. Untuk mewujudkan hal tersebut, siswa SMK harus memiliki kemampuan dan kompetensi untuk berkomunikasi, berpikir kreatif, kritis, mampu bekerjasama dalam tim, serta penguasaan keahlian.

Sebagai bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia (SDM), maka pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus mampu menghasilkan lulusan yang mampu mengisi dan menciptakan lapangan kerja di pasar kerja. Penyelenggaraan pendidikan di SMK harus membekali peserta didik dengan kemampuan generik yang harus dimiliki oleh setiap lulusan yaitu kecakapan softskill , agar lulusan SMK memiliki karakter yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab, kreatif dan berjiwa wirausaha.

Berbagai kompetensi keahlian bagi lulusan SMK di atas, akan diuji melalui kegiatan LKS Siswa SMK. Melalui kegiatan tersebut, peserta dituntut untuk piawai mengerjakan karya sesuai dengan keahliannya.

Selanjutnya dari ajang ini, akan dihasilkan para jawaraLKS yang diharapkan akan berkiprah dalam World Skills Competition (WSC) sehingga mampu memajukan citra tenaga kerja Indonesia. Tahun 2019, Indonesia akan mengikuti kegiatan WSC yang merupakan agenda 2 tahunan kompetisi tingkat dunia yang akan diikuti oleh negara-negara anggota sebanyak 76 negara yang ada di seluruh belahan dunia. Delegasi Indonesia pada ajang WSC tahun 2017 akan mengikuti 29 bidang lomba yang akan diselenggarakan di Abu Dhabi. Kegiatan LKS juga memberikan peluang kepada dunia usaha dan industri untuk berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan LKS SMK.

LKS SMK Tingkat Nasional ke 25 Tahun 2017 serta pameran produk inovasi unggulan SMK bertujuan untuk:
1. Mengukur pencapaian kompetensi siswa SMK terbaik dari setiap propinsi, setiap bidang lomba.;
2. mendorong produktivitas siswa SMK untuk mampu bekerja secara optimal dan menghasilkan produk inovatif;
3. mengetahui peta kualitas dan kemampuan SMK di seluruh Indonesia;
4. mempromosikan performa kerja siswa SMK dalam mendukung perekonomian Indonesia;
5. meningkatkan kerjasama yang lebih intensif antara lembaga pendidikan (SMK) dengan dunia usaha/dunia industri (DUDI), asosiasi profesi dan berbagai pihak lainnya;
6. menjalin persahabatan dan kerjasama secara nasional maupun internasional dalam membangun pendidikan menengah kejuruan;
7. memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa SMK untuk memiliki jiwa kompetitif dan kolaboratif secara positif;
8. Melibatkan publik dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan untuk berpartisipasi aktif sehingga tercipta kebersamaan dalam pengembangan pendidikan.

Berikut adalah PDF Kisi-Kisi LKS SMK Tahun 2017 yang bisa anda unduh dengan cara klik sesuai dengan materi lomba yang dibutuhkan.
[ads-post]
1. Kisi-Kisi LKS SMK AGRONOMY
2. Kisi-Kisi LKS SMK AKUNTANSI
3. Kisi-Kisi LKS SMK ANIMASI
4. Kisi-Kisi LKS SMK AUTOBODY REPAIR
5. Kisi-Kisi LKS SMK CABINET MAKING
6. Kisi-Kisi LKS SMK CARING
7. Kisi-Kisi LKS SMK CNC MILLING
8. Kisi-Kisi LKS SMK CNC TURNING
9. Kisi-Kisi LKS SMK CONFECTIONERY
10. Kisi-Kisi LKS SMK COOKING
11. Kisi-Kisi LKS SMK ELECTRICAL INSTALATION
12. Kisi-Kisi LKS SMK ELECTRONIC
13. Kisi-Kisi LKS SMK FARMASI
14. Kisi-Kisi LKS SMK INDUSTRIAL CONTROL
15. Kisi-Kisi LKS SMK IT NETWORK SYSTEM
16. Kisi-Kisi LKS SMK JEWELLERY
17. Kisi-Kisi LKS SMK JOINERY
18. Kisi-Kisi LKS SMK CERAMICS
19. Kisi-Kisi LKS SMK LADIES DRESS MAKING
20. Kisi-Kisi LKS SMK LEATHER CRAFT
21. Kisi-Kisi LKS SMK MECHANICAL ENGINERRING
22. Kisi-Kisi LKS SMK MECHATRONIC
23. Kisi-Kisi LKS SMK MOBILE ROBOTIC
24. Kisi-Kisi LKS SMK MOULD MAKING
25. Kisi-Kisi LKS SMK PRINTING
26. Kisi-Kisi LKS SMK PROTOTYPE MODELLING
27. Kisi-Kisi LKS SMK REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING
28. Kisi-Kisi LKS SMK RESTAURANT SERVICE
29. Kisi-Kisi LKS SMK SECRETARY
30. Kisi-Kisi LKS SMK TELECOM DISTRIBUTION
31. Kisi-Kisi LKS SMK TEXTILE
32. Kisi-Kisi LKS SMK VISUAL MERCHANDISING
33. Kisi-Kisi LKS SMK WEB DESIGN AND DEVELOPMENT
34. Kisi-Kisi LKS SMK WOOD CRAFT
35. Kisi-Kisi LKS SMK AUTOMOBILE TECHNOLOGY
36. Kisi-Kisi LKS SMK BEAUTY TERAPHY
37. Kisi-Kisi LKS SMK LIVESTOCK
38. Kisi-Kisi LKS SMK POST HARVEST TECHNOLOGY
39. Kisi-Kisi LKS SMK WALL AND FLOOR TILLING
40. Kisi-Kisi LKS SMK BRICKLAYING
41. Kisi-Kisi LKS SMK FISHERY
42. Kisi-Kisi LKS SMK GRAFIC DESIGN TECHNOLOGY
43. Kisi-Kisi LKS SMK IT SOFTWARE APPLICATION
44. Kisi-Kisi LKS SMK LANDSCAPING AND GARDENING
45. Kisi-Kisi LKS SMK NAUTICA
46. Kisi-Kisi LKS SMK PLUMBING
47. Kisi-Kisi LKS SMK TOURIST INDUSTRY
48. Kisi-Kisi LKS SMK WELDING
49. Kisi-Kisi LKS SMK PAINTING
50. Kisi-Kisi LKS SMK HOTEL ACCOMODATION
51. Kisi-Kisi LKS SMK LADIES AND MEN'S HAIRDRESSING
52. Kisi-Kisi LKS SMK CADD BUILDING
53. Kisi-Kisi LKS SMK CHEMISTRY

Juknis Pedoman Lomba Kompetensi Siswa (LKS-SMK) 2017

Juknis Pedoman Lomba Kompetensi Siswa (LKS-SMK) 2017

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan visinya diharapkan memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai bidang keahliannya. Siswa diharapkan menguasai pengetahuan, pemahaman dan penguasaan keahlian, sehingga lulusan SMK memiliki kemampuan handal berstandar nasional maupun internasional.

Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan tahunan berupa Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS-SMK) guna mengukur pencapaian kompetensi dan sekaligus dalam upaya mempromosikan lulusan SMK kepada dunia usaha/dunia industri serta pemangku kepentingan lainnya.

Pada tahun 2017 ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan LKS SMK Tingkat Nasional ke 25 pada tanggal 14 s.d. 20 Mei 2017 di Surakarta, Jawa Tengah. Bidang kompetensi yang akan dilombakan sebanyak 53 jenis bidang lomba. Selain lomba, juga diselenggarakan kegiatan pendukung lainnya seperti pameran produk inovasi unggulan hasil karya siswa SMK, seminar, pelatihan, gerakan literasi sekolah (GLS), one school one province (OSOP) dll.

Penyelenggaraan LKS SMK melibatkan peran serta SMK di Surakarta dan kabupaten/kota di sekitarnya, sebagai pengampu atau penanggungjawab bidang lomba yang bertugas menyiapkan materi berupa peralatan, bahan, kelengkapan lomba, serta teknisi untuk 53 bidang lomba.

A. Materi Lomba

Materi lomba mengacu pada standar industri dan World Skill Competition (WSC).

B. Kontingen Provinsi

1. Ketua Kontingen
a. Setiap provinsi menunjuk satu orang perwakilan dari unsur Dinas Pendidikan Provinsi yang menangani SMK sebagai Ketua Kontingen;

b. Ketua Kontingen bertanggung jawab mengkoordinir delegasi LKS di masing-masing provinsi secara menyeluruh mencakup sejak pemilihan calon peserta terbaik, hingga keberangkatan, keselamatan, kesehatan, transportasi keberangkatan, dukungan kelengkapan lomba, pemilihan helper dan model (apabila diperlukan), saat lomba dan keikutsertaan dalam kegiatan pendukung lainnya hingga kepulangan; Pembiayaan helper dan model ditanggung oleh Disdik Propinsi (transportasi, akomodasi, konsumsi);

c. Ketua Kontingen bertanggungjawab mendampingi delegasi saat melakukan registrasi;
d. Ketua Kontingen bertanggungjawab mengkoordinasikan hal teknis dan non teknis peserta/model;
e. Ketua Kontingen wajib menghadiri Technical Committee Meeting (TCM);
f. Ketua Kontingen tidak diperkenankan mengubah informasi yang disepakati pada saat TCM.

2. Delegasi Teknis
a. Setiap provinsi mengirimkan satu orang dari unsur Dinas Pendidikan Provinsi atau perwakilan dari sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi sebagai Delegasi Teknis;
b. Delegasi Teknis membantu Ketua Kontingen mengkoordinir hal teknis dan non teknis peserta, helper, dan model;
c. Delegasi Teknis bersama ketua kontingen bertanggungjawab mendampingi delegasi saat melakukan registrasi;
d. Delegasi Teknis bersama ketua kontigen wajib menghadiri Technical Committee Meeting (TCM);
e. Delegasi Teknis tidak diperkenankan mengubah informasi yang disepakati pada saat TCM.

3. Pendamping Bidang Lomba
a. Setiap provinsi mengirimkan pendamping maksimal 15% (lima belas persen) dari total bidang lomba yang diikuti.
b. Pendamping bidang lomba bertanggung jawab mendampingi peserta lomba baik di tempat lomba maupun di hotel/penginapan;
c. Pendamping bidang lomba wajib berkoordinasi dengan Ketua Kontingen dan Delegasi Teknis terkait hasil Technical Committee Meeting (TCM);
d. Pendamping bidang lomba wajib mengikuti TCM yang bersifat teknis;
e. Pendamping wajib membantu mengatasi permasalahan peserta dan memberikan dorongan semangat/motivasi kepada peserta;
f. Pendamping bidang lomba diharapkan mengikuti kegiatan pendukung lainnya antara lain seminar nasional maupun internasional, gerakan literasi sekolah (GLS), pelatihan singkat, sertifikasi industri (dalam proses konfirmasi).
[ads-post]
4. Peserta Lomba
a. Persyaratan Peserta
1) Peserta lomba adalah siswa SMK yang masih aktif sebagai siswa dan dibuktikan dengan fotocopy raport (kelas XII tahun pelajaran 2016/ 2017);
2) Peserta LKS SMK adalah siswa yang sudah mengikuti seleksi dan dinyatakan juara pada tingkat Provinsi dan selanjutnya dapat mengikuti penyelenggaraan LKS SMK tingkat Nasional ke 25 tahun 2017;
3) Bagi peserta yang sudah mengikuti LKS SMK tingkat Nasional pada tahun sebelumnya baik yang mendapat juara maupun tidak mendapatkan juara, tidak dapat mengikuti LKS SMK Tingkat Nasional ke 25 tahun 2017;
4) Setiap provinsi mengirimkan daftar nama siswa dan bidang lomba yang diikuti melalui pendaftaran yang dilakukan secara online;
5) Bagi provinsi yang tidak mengirimkan usulan nama peserta dan bidang lomba yang diikuti hingga tanggal 30 April 2017, maka dinyatakan provinsi tersebut tidak mengirimkan perwakilan;
6) Kontingen setiap provinsi diharapkan sudah tiba di kota Surakarta, Minggu 14 Mei 2017 pukul 13.00 WIB dan langsung menuju ke Hotel yang telah ditetapkan untuk malakukan registrasi (apabila ada perubahan akan diinformasikan kemudian)
7) Setiap peserta LKS SMK disarankan membawa sendiri peralatan (handtools) dan kelengkapan lainnya yang tidak disediakan oleh panitia*;
8) Peserta harus tinggal di Penginapan (hotel) yang telah disediakan panitia. * (Daftar alat yang disediakan panitia telah di unggah dalam laman Subdit Peserta Didik)

b. Sifat Kepesertaan Lomba
1) Perseorangan;
2) Tim.

1. Ketentuan Penyelenggaraan Lomba

a. Nomor Bidang Lomba
Penomoran bidang lomba dimulai dari 01 sampai dengan 53.

b. Durasi Lomba
1) Durasi efektif lomba berkisar antara 15 sampai dengan 22 jam (setara 3 hari);
2) Satu hari sebelum pelaksanaan lomba yaitu tanggal 15 Mei 2017, akan diadakan technical meeting untuk persiapan, pengenalan materi lomba, pengamatan lokasi, pemeriksaan peralatan yang akan digunakan, dan pemberian nomor peserta;

c. Bahasa
Komunikasi resmi dalam kegiatan LKS SMK Tingkat Nasional ke 25 Tahun 2017 menggunakan Bahasa Indonesia.

d. Registrasi
Pendaftaran peserta (registrasi) dilakukan secara ONLINE dengan melalui Website: http://pesertadidik.ditpsmk.net/reg Bagi peserta yang sudah mendaftarkan diri secara online merupakan peserta yang sah.

| Juknis Pedoman Lomba Kompetensi Siswa (LKS-SMK) 2017 [Link 1]

| Juknis Pedoman Lomba Kompetensi Siswa (LKS-SMK) 2017 [Link 2]

| Layout Peta Lokasi Lomba Kompetensi Siswa (LKS-SMK) 2017

SWF Media Pembelajaran Interaktif Fisika (Gaya) SMP,MTS Kls 10/X

SWF Media Pembelajaran Interaktif Fisika (Gaya) SMP,MTS Kls 10/X

Di dalam flash/SWF/Video Media Pembelajaran Interaktif ini dibuat oleh pustekom, yang membahas tentang gaya, terdapat 3 menu yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna, yaitu:

1. Materi

Di dalam sub menu materi terdapat materi pembahasan tentang gaya, isi sub menu tersebut antara lain:
  • Pengertian gaya
    • Pengaruh pemberian gaya pada benda
  • Hukum newton tentang gerak
    • Hukum Newton bagian 1
    • Hukum Newton bagian 2
    • Hukum Newton bagian 3
  • Beberapa bentuk gaya
    • Gaya berat
    • Gaya Normal
    • Gaya Gesekan
    • Gaya Sentripetal
  • Aplikasi konsep gaya

2. Latihan

Terdapat 3 jenis latihan soal yang dapat dikerjakan langsung pada media pembelejaran ini dan tanpa harus menggunakan kertas. Judul latihan tersebut yaitu mulai dari latihan 1, latihan 2, dan latihan 3. Dalam setiap latihan terdiri dari 5 soal yang berkaitan dengan materi dalam Media Pembelajaran Interaktif Fisika SMP,MTS Kls 10/X.
[ads-post]

3. Simulasi

Di dalam menu simulasi ini, pengguna dapat melakukan simulasi penghitungan percepatan benda dengan mudah.

Untuk lebih lengkapnya mengenai SWF Media Pembelajaran Interaktif Fisika SMP,MTS Kls 10/X ini, silahkan anda coba pada aplikasi dibawah ini, jika dirasa bermanfaat silahkan anda download menggunakan tombol download yang telah kami sediakan di bawah.





| SWF Media Pembelajaran Interaktif Fisika (Gaya) SMP,MTS Kls 10/X

Ini dia 3 Point Penting dalam Penerapan Kurikulum 2013

Ini dia 3 Point Penting dalam Penerapan Kurikulum 2013

Implementasi kurikulum 2013 (K-13) memasuki tahun ke-4. Di jenjang Sekolah Dasar (SD), pada tahun 2016, K-13 telah dilaksanakan di 37.034 sekolah. Pada Tahun 2017/2018, Kemendikbud menargetkan sekolah yang mengimplementasikan K-13 sebanyak 35% sekolah sasaran baru atau sebanyak 52.572 sekolah, sehingga diharapkan sebanyak 60% dari seluruh SD telah menerapkan K-13 (Kemdikbud, 2017).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, pada saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pengembang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar Tingkat Provinsi tanggal 14 Maret 2017 di Hotel Allium Tangerang, mengatakan bahwa ada 3 hal penting yang menjadi agenda atau fokus dalam implementasi K-13, yaitu (1) penguatan pendidikan karakter, (2) penguatan literasi, dan (3) pembelajaran abad 21.

1. Penguatan Pendidikan Karakter

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak lepas dari program Nawa Cita yang menjadi visi Presiden Joko Widodo. Ada 5 nilai yang menjadi fokus PPK, yaitu nasionalis, integritas, mandiri, gotong rotong, dan religius. Penjabaran dari nasionalis seperti; cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan menghargai kebhinekaan. Penjabaran dari nilai integritas seperti; kejujuran, keteladanan, kesantunan, dan cinta pada kebenaran.

Penjabaran dari nilai mandiri seperti; kerja keras, disiplin, kreatif, berani, dan pembelajar. penjabaran dari nilai gotong royong seperti; kerjasama, solidaritas, saling menolong dan kekeluargaan. Adapun penjabaran dari nilai religius seperti; beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bersih, toleransi, dan cinta lingkungan. Orang tua, guru, masyarakat, dan para pemegang kebijakan tentunya dapat mengembangkan penjabaran nilai-nilai lainnya sepanjang relevan dengan lima nilai yang menjadi fokus PPK.

Karena bangsa-bangsa hebat dan maju di dunia ini pada umumnya berkarakter kuat, seperti pekerja keras, disiplin, jujur, berintegritas, memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia, sebagai salah satu bangsa terbesar di dunia perlu juga diperkuat karakternya agar dapat menjadi bangsa yang maju, beradab, dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta dalam rangka mempersiapkan generasi emas tahun 2045.

Pendidikan karakter disamping mengacu kepada Nawa Cita yang digulirkan presiden Joko Widodo, juga merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 3 disebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Hamid Muhammad menyampaikan bahwa PPK meliputi pada tiga hal. Pertama, penguatan kejujuran dan integritas. Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang jujur dan berintegritas. Faktanya pada pelaku korupsi justru banyak berasal dari kalangan berpendidikan tinggi. Pendidikan yang tinggi tidak selalu identik dengan kejujuran. Keserakahan menjadi faktor utama terjadinya di kalangan orang pendidikan memiliki jabatan di lembaga-lembaga pemerintahan. Justru banyak orang yang berpendidikan rendah dan miskin jujur. Walau mereka kondisinya miskin, tapi hatinya kaya, masih memiliki nurani, memiliki rasa takut dan malu yang tinggi.

Kedua, penguatan sikap yang berkaitan dengan kinerja. Bangsa Indonesia dikenal kurang menghargai waktu dan kurang disiplin. Hal ini dapat kita lihat perilaku warga masyarakat di jalan raya. Pelaksanaan rapat yang sering terlambat karena peserta banyak yang terlambat hadir alias jam karet, terlalu banyak membuang waktu memperdebatkan yang kurang penting sehingga kurang produktif.

Ada pribahasa Inggris yang mengatakan bahwa waktu adalah uang. Begitu pun dalam ajaran agama Islam diingatkan tentang kerugian bagi orang yang menyia-nyiakan waktu. Dalil Al Qur’annya banyak dibaca, tetapi belum benar-benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Urusan disiplin justru bangsa Indonesia harus banyak mencontoh kepada negara Jepang dan Korea selatan yang sangat menghargai waktu dan produktivitasnya tinggi.

Ketiga, penguatan nasionalisme dan rasa kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dikuatkan kembali. Hal ini bertujuan agar semangat untuk mencintai negeri sendiri semakin tumbuh dan kuat di tengah derasnya pengaruh budaya asing (barat) yang masuk ke Indonesia. Implementasi nilai-nilai religi, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan perlu ditanamkan, dikembangkan, dan dikokohkan kepada seluruh bangsa Indonesia.
[ads-post]
Hamid Muhammad juga menegaskan bahwa karakter merupakan fondasi dalam implementasi K-13 sehingga perlu benar-benar diinternalisasikan dalam pembelajaran. Dan tentunya guru adalah sosok kunci yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam implementasinya. Selain itu, perlu diciptakan suasana yang kondusif dalam PPK di sekolah. Hal yang paling utama adalah adanya keteladanan dari Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan.

2. Penguatan Budaya Literasi

Selain Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), pada kurikulum 2013 juga ditekankan tentang penguatan budaya literasi. Sebagaimana diketahui bahwa minat baca Indonesia masih rendah. Sebuah survei yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang bekerja sama dengan sejumlah peneliti sosial menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Survei dilakukan sejak 2003 hingga 2014. Indonesia hanya unggul dari Bostwana yang puas di posisi 61. Sedangkan Thailand berada satu tingkat di atas Indonesia, di posisi 59. (Media Indonesia, 30/8/2016).

Data statistik UNESCO pada 2012 juga menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk, hanya satu warga yang tertarik untuk membaca. Menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, Indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Keprihatinan kita makin bertambah jika melihat data UNDP yang menyebutkan angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen. Sebagai pembanding, di Malaysia angka melek hurufnya 86,4 persen (Republika, 15/12/2014).

Berdasarkan hal tersebut di atas, sejak tahun 2015 melalui penerbitan Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, Gerakan Literasi menjadi salah satu bentuk penumbuhan budi pekerti di sekolah. Salah satu bentuknya adalah pembiasaan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa.

Budaya literasi juga ditumbuhkan melalui integrasi dalam pembelajaran, utamanya dalam penerapan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan yang dikenal dengan 5M. Skenario pembelajaran juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) dan penilaian hasil belajar pada level kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill/HOTS) siswa di mana arahnya pada menemukan dan menyelesaikan masalah. Hal tersebut tentunya harus tergambar pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru.

Literasi pada jenjang SD harus diperkuat, karena SD adalah fondasi dalam pendidikan siswa. Literasi merupakan pintu gerbang untuk menguasai materi pelajaran. Di kelas rendah (I-III) diajarkan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) yang notabene merupakan literasi yang paling mendasar.

Literasi secara sederhana diartikan sebagai keberaksaraan. Dalam perkembangannya, literasi bukan hanya diidentikkan dengan kemampuan calistung, tetapi juga pada aspek yang lain seperti kemampuan memilih dan memilah informasi, berkomunikasi, dan bersosialisasi dalam masyarakat. UNESCO tahun 2003 menyatakan bahwa “Literasi lebih dari sekedar membaca dan menulis. Literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya.”

Walau pengertian literasi sudah berkembang, aktivitas membaca dan menulis merupakan hal yang paling mendasar dalam literasi. Mengapa demikian? Karena memilih dan memilah informasi tentunya dilakukan dengan membaca. Dan aktivitas membaca hanya dilakukan jika ada bacaan yang notabene karya para penulis.

3. Pembelajaran Abad 21

Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran abad 21 mencerminkan empat hal. Pertama, kemampuan berpikir kritis (critical thinking skill). Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mewujudkan hal tersebut melalui penerapan pendekatan saintifik (5M), pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis projek.

Guru jangan risih atau merasa terganggu ketika ada siswa yang kritis, banyak bertanya, dan sering mengeluarkan pendapat. Hal tersebut sebagai wujud rasa ingin tahunya yang tinggi. Hal yang perlu dilakukan guru adalah memberikan kesempatan secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab kepada setiap siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan dan membuat refleksi bersama-sama. Pertanyaan-pertanyaan pada level HOTS dan jawaban terbuka pun sebagai bentuk mengakomodasi kemampuan berpikir kritis siswa.

Kedua, kreativitas (creativity). Guru perlu membuka ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Kembangkan budaya apresiasi terhadap sekecil apapun peran atau prestasi siswa. Hal ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasinya. Tentu kita ingat dengan Pak Tino Sidin, yang mengisi acara menggambar atau melukis di TVRI sekian tahun silam. Beliau selalu berkata “bagus” terhadap apapun kondisi hasil karya anak-anak didiknya. Hal tersebut perlu dicontoh oleh guru-guru masa kini agar siswa merasa dihargai.

Peran guru hanya sebagai fasilitator dan membimbing setiap siswa dalam belajar, karena pada dasarnya setiap siswa adalah unik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Howard Gardner bahwa manusia memiliki kecerdasan majemuk. Ada delapan jenis kecerdasan majemuk, yaitu; (1) kecerdasan matematika-logika, (2) kecerdasan bahasa, (3) kecerdasan musikal, (4) kecerdasan kinestetis, (5) kecerdasan visual-spasial, (6) kecerdasan intrapersonal, (7) kecerdasan interpersonal, dan (8) kecerdasan naturalis.

Ketiga, komunikasi (communication). Abad 21 adalah abad digital. Komunikasi dilakukan melewati batas wilayah negara dengan menggunakan perangkat teknologi yang semakin canggih. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi. Saat ini begitu banyak media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Melalui smartphone yang dimilikinya, dalam hitungan detik, manusia dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sedangkan Wikipedia dinyatakan bahwa komunikasi adalah “suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”.

Komunikasi tidak lepas dari adanya interaksi antara dua pihak. Komunikasi memerlukan seni, harus tahu dengan siapa berkomunikasi, kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi, dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi bisa dilakukan baik secara lisan, tulisan, atau melalui simbol yang dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi dilakukan pada lingkungan yang beragam, mulai di rumah, sekolah, dan masyarakat. Komunikasi bisa menjadi sarana untuk semakin merekatkan hubungan antar manusia, tetapi sebaliknya bisa menjadi sumber masalah ketika terjadi miskomunikasi atau komunikasi kurang berjalan dengan baik. Penguasaan bahasa menjadi sangat penting dalam berkomunikasi. Komunikasi yang berjalan dengan baik tidak lepas dari adanya penguasaan bahasa yang baik antara komunikator dan komunikan.

Kegiatan pembelajaran merupakan sarana yang sangat strategis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, baik komunikasi antara siswa dengan guru, maupun komunikasi antarsesama siswa. Ketika siswa merespon penjelasan guru, bertanya, menjawab pertanyaan, atau menyampaikan pendapat, hal tersebut adalah merupakan sebuah komunikasi.

Keempat, kolaborasi (collaboration). Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota.

Sukses bukan hanya dimaknai sebagai sukses individu, tetapi juga sukses bersama, karena pada dasarnya manusia disamping sebagai seorang individu, juga makhluk sosial. Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang mampu bekerja dalam tim, kurang mampu mengendalikan emosi, dan memiliki ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, karena menurut hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan gambaran seseorang yang memiliki soft skill yang matang.

Semoga implementasi kurikulum 2013 mencapai tujuan yang diharapkan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dan melahirkan generasi bangsa yang memiliki kompetensi dari sisi pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.* (dikdasmen)

Syarat dan Cara Pendaftaran Siswa Pendidikan Ikatan Dinas 2017
SELEKSI PENERIMAAN SISWA/TARUNA PADA KEMENTERIAN/LEMBAGA YANG MEMPUNYAI LEMBAGA/SEKOLAH IKATAN DINAS

Syarat Pendaftaran Siswa Pendidikan Ikatan Dinas 2017

  1. PENDAFTARAN PESERTA SECARA ELEKTRONIK : Untuk melakukan pendaftaran secara elektronik, calon peserta seleksi wajib mempersiapkan:
    • Alamat E-Mail (surat elektronik) yang masih berlaku;
    • NIK (Nomor Induk Kependudukan) calon peserta seleksi, Nomor Kartu Keluarga, dan NIK Kepala Keluarga  yang  tercantum dalam Kartu Keluarga;
    • Data-data lainnya yang ditentukan oleh masing-masing Lembaga/Sekolah Ikatan Dinas (dapat dilihat di menu Unduh).
  2. PENDAFTARAN DUA TAHAP : Pendaftaran awal di Portal PANSELNAS (www.panselnas.id) dilanjutkan dengan pendaftaran di portal masing-masing Lembaga/Sekolah Ikatan Dinas yang dipilih oleh peserta.
  3. PENDAFTARAN HANYA DI SALAH SATU LEMBAGA/SEKOLAH IKATAN DINAS: Calon peserta seleksi diberikan kesempatan untuk mendaftar hanya di salah satu instansi sesuai dengan pilihannya. Pilihan tersebut tidak dapat diubah dengan alasan apapun.  Oleh karena itu, pertimbangkan benar-benar sebelum melakukan proses pendaftaran.
  4. SELEKSI : Seleksi/tes dilakukan secara nasional menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) dan selanjutnya  terdapat seleksi/tes lainnya  yang  ditentukan oleh masing-masing Lembaga/Sekolah Ikatan Dinas.
  5. PENGISIAN DATA: Semua informasi/data pribadi yang diisikan dalam formulir pendaftaran harus berdasarkan dokumen asli secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan.  Apabila tidak benar, yang bersangkutan dapat dinyatakan gugur dan tidak akan diproses lebih lanjut.
  6. PERSYARATAN KHUSUS/TAMBAHAN: Masing-masing Kementerian/Lembaga yang memiliki Lembaga/Sekolah Ikatan Dinas mempunyai persyaratan khusus. Untuk itu, harap calon peserta seleksi membaca secara cermat dan teliti sebelum memutuskan mendaftar / memilih salah satu Lembaga / Sekolah Ikatan Dinas.
  7. Apabila Saudara sudah memahami,  dapat melanjutkan ke halaman "ALUR PENDAFTARAN".

Link pendaftaran Siswa Pendidikan Ikatan Dinas 2017

STI
LINK TEMPAT DAFTAR
STSN
LINK TEMPAT DAFTAR
PKN STAN
LINK TEMPAT DAFTAR
POLTEKIP dan POLTEKIM
LINK TEMPAT DAFTAR
STMKG
LINK TEMPAT DAFTAR
IPDN
LINK TEMPAT DAFTAR
STTD
LINK TEMPAT DAFTAR
STIN
LINK TEMPAT DAFTAR

Alur Pendaftaran Siswa Pendidikan Ikatan Dinas 2017

1. Buka portal https://panselnas.id, baca dan pahami semua penjelasan di semua halaman yang ada.
2. Buka Formulir Pendaftaran, isikan nomer NIK, Nomor Kartu Keluarga, dan Kode di layar (captcha) dengan benar.
3. Akan terbuka halaman pendaftaran, masukan alamat e-mail yang aktif, kata kunci/password baru untuk pendaftaran ini dan kode di layar (captcha) dengan benar.
4. Akan terbuka halaman pemberitahuan "Registrasi Berhasil" dan akan terunduh otomatis lembaran/"struk" bukti registrasi yang berisi instruksi langkah selanjutnya yang harus diikuti pelamar. Lembaran bukti ini harus disimpan, baik dalam bentuk cetak/print dan berkas/"file" nya.

PERHATIAN !!
Harap membaca semua penjelasan di layar dengan cermat dan teliti.Apabila Saudara sudah memahami, dapat melanjutkan ke halaman FORMASI DAN PENDAFTARAN

[ads-post]

Jadwal Siswa Pendidikan Ikatan Dinas 2017


NO.
INSTANSI
STATUS
JADWAL PENDAFTARAN
SISWA YANG DITERIMA
TOTAL PELAMAR
1
Badan Pusat Statistik (STIS)
Dibuka
9 s.d 31 Maret 2017
600 
 -
2
Lembaga Sandi Negara (STSN)
Dibuka
9 s.d 31 Maret 2017
100 
-
3
Kementerian Keuangan (PKN STAN)
Dibuka
9 s.d 31 Maret 2017
6961
-
4
Kementerian Hukum dan HAM (POLTEKIP dan POLTEKIM)
Dibuka
9 s.d 31 Maret 2017
500 
-
5
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)
Dibuka
9 s.d 31 Maret 2017
250 
-
6
Kementerian Dalam Negeri (IPDN)
Dibuka
9 s.d 31 Maret 2017
1689 
-
7
Kementerian Perhubungan (STTD)
Dibuka
9 s.d 31 Maret 2017
165 
-
8
Badan Intelejen Negara (STIN)
Dibuka
9 s.d 31 Maret 2017
124 
-

LINK FORMASI DAFTAR PENERIMAAN TARUNA/SISWA BARU KEMENTERIAN/LEMBAGA YANG MEMPUNYAI LEMBAGA/IKATAN DINAS TAHUN 2017
  1. Badan Pusat Statistik (STIS)
  2. Lembaga Sandi Negara (STSN)
  3. Kementerian Keuangan (PKN STAN)
  4. Kementerian Hukum dan HAM ( POLTEKIP dan POLTEKIM)
  5. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)
  6. Kementerian Dalam Negeri (IPDN)
  7. Kementerian Perhubungan (STTD)
  8. Badan Intelejen Negara (STIN)

Download Pengumuman Persyaratan Siswa Pendidikan Ikatan Dinas 2017

1. PENGUMUMAN PERSYARATAN STIS
2. PENGUMUMAN PERSYARATAN STSN
3. PENGUMUMAN PERSYARATAN PKN STAN
4. PENGUMUMAN PERSYARATAN POLTEKIP dan POLTEKIM
5. PENGUMUMAN PERSYARATAN STMKG
6. PENGUMUMAN PERSYARATAN IPDN
7. PENGUMUMAN PERSYARATAN STTD
8. PENGUMUMAN PERSYARATAN STIN
9. PENGUMUMAN PENERIMAAN IKATAN DINAS
10. PENGUMUMAN MENPAN

PDF Permendikbud No 11 Tahun 2017

PDF Permendikbud No 11 Tahun 2017

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 

NOMOR 11 TAHUN 2017 

TENTANG 

PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, 


Menimbang : 
a. bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 74 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih terdapat kekurangan dan belum dapat menampung kebutuhan hukum dalam penyaluran bantuan pemerintah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, sehinga perlu diubah;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 

2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 

4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); 
 
5. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5168); 

6. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864); 
[ads-post]
7. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157); 

9. Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5423);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 195, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5733);
11. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Beserta
Perubahannya;
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 105 Tahun 2013 tentang Pejabat Perbendaharaan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1481);
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 593);
14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 1745);

MEMUTUSKAN:
Menetapkan : 
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. 

Pasal I
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 331) yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 74 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 2116) diubah sebagai berikut:


| PDF Permendikbud No 11 Tahun 2017 [link 1]
 | PDF Permendikbud No 11 Tahun 2017 [link 2]

MKRdezign

{google-plus#https://plus.google.com/+FilenyaCom/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget